May 1, 2026
Copilot_20260501_062640

Yusufachmad Bilintention

Merawat Kebersamaan di Tengah Perbedaan

Indonesia adalah rumah bagi ratusan suku, bahasa, dan keyakinan. Kekayaan ini seharusnya menjadi sumber kebanggaan, namun faktanya, perbedaan kerap dijadikan alasan pertengkaran. Fenomena tersebut menjadi kegelisahan Romo Guru Luthfi Bin Zainudin Ali Basa, pendiri sekaligus pengasuh Ma’had TeeBee. Dari keresahan itu lahirlah kredo Bersama Boleh Beda—sebuah pesan sederhana, namun sarat makna.

Romo Guru menegaskan bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Manusia pasti berbeda, baik fisik, wajah, maupun pemikiran. Alih-alih dianggap ancaman, perbedaan justru adalah kekayaan. Seperti lukisan yang indah karena warna-warni yang berpadu, kehidupan pun menjadi lebih beragam dan bernilai karena adanya perbedaan.

Sejak dulu, bangsa Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong. Kebersamaan adalah akar jiwa bangsa. Tantangan kita kini adalah bagaimana memperkuat kebersamaan itu di tengah perbedaan yang semakin nyata. Kredo “Bersama Boleh Beda” mengingatkan bahwa persatuan bukan berarti menyeragamkan, melainkan menghargai keberagaman sebagai bagian dari kehidupan.

Pesan ini semakin relevan di tengah polarisasi sosial, politik, dan agama. Ajakan untuk merawat kebersamaan menjadi penting agar perbedaan tidak memecah belah, melainkan memperkaya. Tiada keindahan tanpa perbedaan, tiada kebersamaan tanpa penghargaan.

Semoga kredo “Bersama Boleh Beda” terus menginspirasi generasi penerus untuk menjadikan perbedaan sebagai energi persatuan, bukan sumber pertikaian. Karena pada akhirnya, Indonesia hanya bisa berdiri kokoh bila kita mampu bersatu dalam keberagaman.

 

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly