Lanskap Sang Pelesir
Yusufachmad Bilintention
Bila engkau mencinta pelesir,
dadamu berdesir bagai ombak kecil,
di dalamnya bersemayam muara rasa—
takjub dan cahaya yang membaur,
menjelma panorama di batin sang pengembara.
Ia merawat indah meski hanya pasir,
sebab pantai mati tanpa angin semilir,
bentang alam hampa tanpa rimbun tajuk,
bahkan gunung kehilangan gaungnya
tanpa pelangi yang menyulut warna.
Hijau daun, kilau sayap binatang,
menyulam harmoni tanpa pucat dan kelam.
Semesta adalah rupa-rupa keajaiban,
bak hati yang bertabur kuncup bunga,
di mana duka bersanding mesra dengan suka,
mengalir abadi dalam tiap langkah kaki.
Surabaya, 1 Mei 2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly