April 23, 2026

Biak Numfor Pertahankan Tradisi Karnaval Jalan Kaki, “Indonesia Mini” di Tanah Papua

Laporan Paulus Laratmase

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd., M.M, secara resmi membuka Karnaval Jalan Kaki tingkat SMA/MA/SMK/Paket C dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia, Kamis (14/8/2025), di Lapangan Hocky Mandala. Dalam sambutannya, Kamaruddin menegaskan bahwa tradisi ini menjadi kekayaan khas Biak Numfor yang harus dijaga. “Tradisi karnaval jalan kaki, di daerah lain sudah tidak ada lagi. Hanya Biaklah yang masih mempertahankan sampai saat ini. Dan harus kita jaga dan dipelihara,” ujarnya. Lanjutnya, “Hanya dengan cara ini kita tetap mempertahankan tradisi yang dijaga dan tetap dipelihara.”

Menurut Kamaruddin, karnaval jalan kaki bukan hanya pawai peringatan kemerdekaan, tetapi juga perwujudan semangat kebhinekaan. Ia menggambarkan Biak Numfor sebagai “Indonesia mini” di mana berbagai unsur budaya, dari Aceh hingga Papua, berpadu dalam harmoni. “Inilah wawasan Nusantara, nasionalisme kita, dan praksis hidup yang ditanamkan langsung kepada anak didik,” tegasnya.

Ribuan pelajar berpartisipasi dalam kegiatan ini, menampilkan ragam kostum, tarian, dan atribut khas dari berbagai daerah di Indonesia. Karnaval menjadi ajang kreativitas sekaligus pendidikan karakter, di mana nilai persatuan dan cinta tanah air diwujudkan secara nyata di jalanan Biak. Penonton yang memadati rute pawai turut memberi semangat kepada para peserta.

Kepala Dinas juga mengumumkan bahwa kegiatan ini menjadi penutup rangkaian lomba gerak jalan indah dan karnaval jalan kaki tahun ini. “Besok kita akan mempersiapkan diri mengikuti upacara bendera di Bromsi, Distrik Padaido,” ungkapnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Polres Biak Numfor, para jurnalis, kepala sekolah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara.

Menutup sambutannya, Kamaruddin berjanji perayaan HUT RI tahun depan akan lebih meriah. “Tahun depan, 2026, kita akan rayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-81 dengan lebih semarak,” katanya penuh optimisme. Tradisi yang hidup ini diharapkan terus diwariskan, agar generasi muda Biak Numfor selalu mengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa.