BKAD Biak Numfor: Kolaborasi Fiskal untuk Perkuat Ekosistem Merdeka Belajar
Yohanis Rumaropen| Penulis
–
SUARA ANAK NEGERI | BIAK, 2 Mei 2026 — Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Gunadi, S.E., M.M., Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Biak Numfor, menegaskan komitmen lembaganya sebagai garda terdepan dalam mendukung transformasi pendidikan melalui tata kelola anggaran yang responsif dan strategis.
“Bergerak bersama, lanjutkan Merdeka Belajar, untuk mewujudkan pendidikan kuat, Biak Numfor hebat!” demikian pesan singkat namun visioner yang disampaikannya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan manifestasi operasional dari peran BKAD sebagai pengelola fiskal daerah dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Dalam kerangka kebijakan nasional Merdeka Belajar, dukungan anggaran tidak lagi bersifat input-oriented, melainkan berorientasi pada hasil pembelajaran (learning outcomes) dan penguatan kapasitas satuan pendidikan di tingkat mikro.
Sebagai institusi yang mengawal alokasi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, serta APBD Kabupaten, BKAD Biak Numfor berperan krusial dalam memastikan bahwa anggaran pendidikan—yang mencapai minimal 20% sesuai amanat UU—dialokasikan secara efektif untuk:
– Revitalisasi infrastruktur sekolah di wilayah 3T,
– Peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru,
– Pengembangan bahan ajar berbasis lokal,
– serta penguatan sistem digitalisasi pembelajaran.
“Merdeka Belajar hanya akan menjadi slogan jika tidak didukung oleh tata kelola anggaran yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan riil di lapangan,” ujar sumber dari lingkungan BKAD.
Dengan demikian, seruan “Bergerak bersama” mengandung makna ganda: pertama, sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD); kedua, kolaborasi vertikal antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Hanya melalui kolaborasi semacam itulah visi “pendidikan kuat, Biak Numfor hebat” dapat diwujudkan—bukan sebagai cita-cita abstrak, melainkan sebagai realitas struktural yang dirasakan oleh setiap anak di pelosok Biak Numfor.