April 24, 2026

Laporan Paulus Laratmase

Waropen, 8 April 2025 – suaraanaknegerinews.com| Dalam apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Waropen yang digelar pada Selasa pagi, Bupati Drs. F.X. Mote, M.Si menyampaikan pernyataan tegas namun menenangkan bagi seluruh jajaran pimpinan OPD. Ia menepis kekhawatiran akan adanya gelombang pergantian pejabat pasca-Pemilukada 2024 dengan menegaskan bahwa kinerja, bukan keberpihakan politik, yang akan menjadi tolok ukur utama dalam evaluasi jabatan.

“Saya tidak langsung jadi Bupati, lalu pecat sana-sini. Tidak ada itu!” ujar Bupati Mote di hadapan para ASN. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Yoel Boari menilai seluruh pimpinan SKPD, kepala bidang, hingga kepala seksi berdasarkan integritas dan capaian kerja mereka.

Pernyataan ini sekaligus menjawab rumor yang beredar di masyarakat terkait potensi penggantian sejumlah kepala SKPD yang dianggap tidak netral saat masa Pemilu. Menurut Bupati, kekhawatiran psikologis ASN terhadap keberlanjutan jabatannya adalah hal yang tidak perlu terjadi, karena penilaian kinerja dilakukan secara objektif dan bukan balas dendam politik.

“Yang memecat saudara dari pimpinan SKPD adalah kinerja saudara sendiri. Bukan F.X. Mote atau Yoel Boari,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Mote mengingatkan bahwa jabatan bukanlah hak warisan, tetapi tanggung jawab yang bisa diemban siapa saja yang memiliki kapasitas dan komitmen kerja. Ia juga mengimbau para ASN untuk tetap profesional, menjadikan kinerja sebagai identitas, dan tidak larut dalam isu-isu politik yang tidak berdasar.

“Saya akan beritahukan kepada masyarakat, jika ada pejabat yang saya ganti, itu karena dia malas dan tidak bekerja layaknya ASN,” tandasnya dengan nada serius.

Pernyataan Bupati ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah Waropen dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan semangat transparansi dan meritokrasi, F.X. Mote ingin mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan tenang, tanpa dibayangi rasa takut akan posisi jabatan yang tidak berdasar.