Dari Madrasah ke Pentas Provinsi: 13 Siswa MAN Kota Sawahlunto Raih Tiket OMI 2025
SAWAHLUNTO, 18 September 2025 , secercah cahaya dari generasi Sebuah kabar menggembirakan datang dari MAN Kota Sawahlunto, di mana 13 siswanya berhasil melangkah menuju panggung bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2025. Langkah ini bukan semata angka, melainkan gema dari ikhtiar panjang yang disulam dengan tekad, air mata, dan doa-doa yang tak putus dari ruang kelas hingga mihrab.
MAN Kota Sawahlunto, yang kerap kali merendah dalam diam, kini melambung tinggi dalam karya. Dari lorong-lorong sunyi tempat para guru menanam nilai, hingga ke ruang laboratorium yang menjadi ladang eksperimen para siswa semua menjadi saksi bahwa keunggulan tak melulu lahir dari kota besar atau gedung bertingkat.
Adapun ke-13 siswa yang berhasil mengamankan tiket ke OMI 2025 tingkat Provinsi ini mewakili beragam cabang lomba dari Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi. Masing-masing adalah bintang di langitnya sendiri, namun bersama, mereka membentuk gugus cahaya yang menerangi nama baik MAN Kota Sawahlunto.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro dalam pernyataannya mengatakan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari sinergi antara siswa, guru Pembimbing , orang tua, dan lingkungan madrasah yang terus berkomitmen pada kualitas dan nilai keislaman.
“Kami tidak mengejar juara semata. Kami ingin membentuk insan yang cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan peduli secara sosial. Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) hanyalah salah satu wasilah menuju tujuan itu,” ujar Dafril dengan mata berbinar.
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sumatera Barat akan digelar pada Oktober 2025 mendatang. Di sana, ke-13 siswa ini akan bertarung bukan hanya dengan soal, tetapi dengan mental, kepercayaan diri, dan semangat untuk membuktikan bahwa anak madrasah punya daya saing yang tak bisa diremehkan.
Para guru pembimbing telah memulai program pembinaan intensif, menyiapkan strategi dan mengasah potensi. Dukungan juga mengalir dari seluruh civitas akademika MAN Kota Sawahluto.
OMI bukan sekadar ajang lomba. Ia adalah ruang temu para pemikir muda Islam, tempat ide-ide segar bersua dan bertukar nalar dalam semangat ukhuwah. Bagi siswa MAN Kota Sawahlunto, ini adalah panggung untuk menyuarakan bahwa dari sebuah kota kecil, bisa lahir pemuda-pemudi yang siap membawa perubahan besar.
Di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman, keberhasilan ini adalah pengingat bahwa pendidikan berbasis nilai dan akhlak tidak kehilangan taringnya. Justru dari sanalah, muncul manusia-manusia tangguh yang siap menjemput masa depan.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB