April 25, 2026

Dari Sawahlunto untuk Kartini : Kepala MAN Sawahlunto Buka Lomba Cipta dan Baca Puisi Antar Kelas 

IMG-20260425-WA0006

Sawahlunto (Humas) , 25 April 2026

Di halaman MAN Kota Sawahlunto, keheningan udara pecah oleh riuh rendah semangat yang dibalut dalam keanggunan busana dan ketajaman pikiran. Hari itu, 25 April 2026, bukan sekadar pergantian kalender, melainkan sebuah altar penghormatan bagi sang pembebas nalar, Raden Ajeng Kartini.

Acara dibuka dengan narasi yang megah. Dafril Tuanku Bandaro Kepala MAN Kota Sawahlunto, melangkah menuju podium dengan wibawa yang merakyat. Kehadirannya bukan hanya sebagai pemimpin formal, melainkan sebagai sosok ayah sekaligus pamong bagi ratusan siswa dan Guru serta Tenaga Kependidikan (GTK) yang berkumpul memenuhi lapangan.

Dalam sambutan Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro yang sarat akan diksi puitis, Dafril Tuanku Bandaro menegaskan bahwa semangat Kartini tidak boleh berhenti pada secarik kain kebaya atau sanggul yang tertata rapi.

“Kartini adalah api yang tak boleh padam dalam sumbu kecerdasan perempuan-perempuan kita,” ujar Dafril dengan nada yang bergetar penuh keyakinan.

“Hari ini, melalui bait-bait puisi, kita tidak hanya merangkai kata, tetapi merajut kembali identitas perempuan yang tangguh, cerdas, dan menginspirasi di era transformasi digital ini.”

Dengan ketukan palu yang bergema dan untaian doa, beliau meresmikan pembukaan kegiatan lomba Cipta dan Baca Puisi. Sebuah simbol bahwa suara perempuan adalah suara peradaban yang harus terus didengar dan dirayakan.

Panggung utama kemudian menjadi milik para pujangga muda. Perwakilan kelas dari Fase E dan Fase F (Kelas XI) tampil membawa amunisi berupa diksi-diksi tajam yang mereka ramu sendiri.

Tema yang diusung, “Semangat Kartini: Perempuan Tangguh, Cerdas, dan Menginspirasi”, diterjemahkan dengan sangat apik oleh para peserta Membawa kesegaran lewat metafora perjuangan Kartini yang dikaitkan dengan tantangan moralitas remaja di masa kini. Menunjukkan kematangan emosional lewat intonasi yang menggelegar, menggambarkan sosok ibu dan guru sebagai titisan Kartini modern yang tak kenal lelah.

Suasana menjadi magis ketika satu per satu siswa menaiki panggung. Ada yang membaca dengan lembut bak aliran sungai, ada pula yang meledak-ledak bagai ombak menghantam karang, menyuarakan hak-hak perempuan untuk terus berilmu dan berdaya.

Keindahan acara ini semakin lengkap dengan kehadiran seluruh GTK MAN Kota Sawahlunto. Mereka tidak hanya menjadi juri atau penonton, tetapi menjadi saksi hidup bagaimana nilai-nilai emansipasi disemaikan dalam institusi pendidikan. Senyum bangga terpancar dari wajah para guru saat melihat anak didik mereka mampu mengekspresikan pemikiran kritis melalui sastra.

Acara peringatan Hari Kartini 2026 di MAN Kota Sawahlunto ini akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah sebuah manuskrip hidup; tempat di mana kecerdasan intelektual bertemu dengan kehalusan budi, membuktikan bahwa dari madrasah ini, akan lahir Kartini-Kartini baru yang siap mengguncang dunia dengan karya dan ketangguhan mereka.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB