April 25, 2026

Sinergi dari Ruang Kerja: Langkah Strategis MAN Kota Sawahlunto Bersama Wali Kelas dalam Mengevaluasi Moralitas dan Kedisiplinan Siswa

IMG-20260424-WA0057

SAWAHLUNTO (Humas) 24 April 2026

Di dalam sebuah ruangan yang tertata apik, gema suara berwibawa memecah keheningan pagi. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, sosok pemimpin yang membawa marwah adat sekaligus dedikasi pendidik, dudukĀ  bersama para wali kelas MAN Kota Sawahlunto. Rapat Koordinasi ini bukanlah sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah duduk bersama untuk menenun kembali masa depan generasi.

Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang kerja Kepala Madrasah tersebut dibuka dengan narasi tentang ketegasan yang dibalut kasih sayang. Bagi Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro kedisiplinan siswa bukanlah belenggu, melainkan kompas.

“Disiplin itu bukan soal takut pada aturan, tapi soal menghargai waktu dan diri sendiri,” tutur Dafril dengan nada rendah namun bertenaga.

Ia menekankan bahwa wali kelas adalah ujung tombak, mata, sekaligus telinga yang harus peka terhadap denyut perilaku siswa di setiap koridor madrasah.

Bahasan berlanjut pada atribut sekolah. Di mata Dafril seragam yang dikenakan siswa bukan sekadar kain penutup raga, melainkan identitas dan kehormatan lembaga. Ia menginstruksikan para wali kelas untuk memastikan setiap atribut tersemat rapi. Baginya, kerapian lahiriah adalah cerminan dari ketertiban batiniah. Siswa MAN Kota Sawahlunto harus tampil sebagai pribadi yang anggun, mencerminkan nilai-nilai madrasah yang unggul dan berbudaya.

Salah satu poin sentral yang dibahas dengan penuh khidmat adalah pembiasaan shalat Zhuhur berjamaah. Dafril Tuanku Bandaro memandang kegiatan ini sebagai “jeda suci” di tengah hiruk-pukuk pelajaran duniawi.Seluruh siswa tanpa terkecuali harus merasakan nikmatnya bersujud bersama. Peran Guru dan Wali kelas diminta hadir bukan hanya sebagai pengawas, melainkan sebagai teladan (uswatun hasanah) yang berdiri di barisan depan.

Sebagai penutup agenda, evaluasi kegiatan Muhadarah menjadi sorotan. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril menginginkan kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi mentalitas siswa. Dafril mengevaluasi setiap detail penampilan siswa, mendorong agar Muhadarah tidak menjadi seremoni hambar, melainkan panggung bagi lahirnya orator-orator hebat dari lembah Sawahlunto yang mampu berdakwah dengan ilmu dan adab.

Rapat tersebut berakhir saat matahari mulai meninggi, namun semangat yang dipantik oleh Dafril Tuanku Bandaro tampak membekas di wajah para pendidik. Di bawah kepemimpinannya, MAN Kota Sawahlunto bukan sekadar tempat mengejar angka, melainkan taman tempat akhlak tumbuh subur dan kedisiplinan mengakar kuat. Membentuk insan yang tak hanya cerdas di otak, tapi juga tunduk di hadapan Sang Pencipta.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB