April 22, 2026

Didaulat Menjadi Pembina Upacara Wakasarpras Hussein Al Hafezz Ajak Siswa MAN Sawahlunto Hargai Perjuangkan Pahlawan

SAWAHLUNTO, 15 September 2025 Dalam balutan semangat kebangsaan yang kental, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto kembali menggelar upacara bendera pada Senin pagi yang sejuk, 15 September 2025. Seperti biasa, lapangan madrasah menjadi saksi bisu atas barisan rapi para siswa, Majelis Guru dan tenaga Kependidikan, dan Guru Muda yang berdiri tegak di bawah langit biru yang cerah, menyambut sang saka Merah Putih yang perlahan mengangkasa.

Suasana terasa lebih khidmat ketika pembina upacara yang tak asing lagi di lingkungan MAN Kota Sawahlunto, Husein Al Haves Wakil Kepala Madrasah bidang Sarana dan Prasarana, melangkah mantap menuju podium. Dengan suara tenang namun penuh wibawa, beliau menyampaikan amanat yang sarat makna dan panggilan tanggung jawab bagi seluruh warga madrasah.

Di awal amanatnya Husein Al Haves menyampaikan evaluasi untuk pelaksana dan peserta upacara, Husein mengapresiasi pelaksana Kelas XII Fase F1 yang telah melaksanakan rangkaian susunan Upacara, walaupun masih ada kedepannya yang perlu di perbaiki.

Tak hanya itu, Husein juga menyoroti pelaksanaan TKA (Tes Kompetensi Akademik) Tahun 2025 yang akan segera diadakan di lingkungan MAN Kota Sawahlunto. Ia menyerukan kepada seluruh siswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, menjaga integritas, serta menjadikan momen itu sebagai ajang pembuktian diri yang sehat dan bermartabat.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bukan untuk nilai semata, tapi untuk membentuk karakter dan kapasitas berpikir yang akan menjadi bekal kalian di masa depan,” ucap Husein , dengan nada yang menyiratkan harapan besar.

Bagian akhir amanatnya menjadi perenungan bersama, ketika beliau menyinggung pentingnya menjaga sarana dan prasarana madrasah. Husein Al Haves menggambarkan madrasah bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai rumah kedua yang layak dirawat, dijaga, dan dihormati.

“Papan tulis, kursi, taman, dan bahkan keran air semua itu bukan sekadar benda mati. Ia bicara tentang peradaban, tentang kepedulian kita terhadap tempat yang membesarkan kita. Maka jagalah, rawatlah, dan gunakanlah dengan bijak,” pesan Husein , seraya menutup amanatnya.

Madrasah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat menempa manusia. Dan pagi ini, di Sawahlunto yang tenang, sebuah upacara telah mempertegas makna itu dengan khidmat, penuh makna, dan menyentuh

Kontributor : Nofri Hendra

Editor : DTB