Doa Lintas Iman Usai Insiden Demonstrasi di DPR RI: Seruan Damai dari RD. Ponsio Ongirwalu
Oleh: joko
RD. Ongirwalu: “Mari Belajar Menghargai Nyawa dan Membangun Perdamaian”
Insiden pasca-demonstrasi 25 Agustus 2025 menggugah doa bersama demi bangsa yang lebih damai, RD. Ponsio Ongirwalu mengajak umat lintas agama untuk mendoakan korban, aparat, serta persatuan bangsa.
Doa dari Tanimbar untuk Bangsa
Saumlaki, 30 Agustus 2025 — Suasana hening menyelimuti doa bersama yang dipimpin oleh RD. Ponsio Ongirwalu menyusul insiden pasca-demonstrasi di Gedung DPR RI, 25 Agustus lalu.
Dengan penuh ketulusan, ia mengajak umat lintas agama untuk hening sejenak, mendoakan mereka yang telah gugur, para korban luka, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan di Ruang Vicon, Polres Kepulauan Tanimbar, Jalan Ir.Soekarno, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Allah Bapa yang bertahta dalam Kerajaan Surga, kami datang di hadapan-Mu dengan hati berduka dan penuh keprihatinan,” ucap RD. Ongirwalu, membuka doa dengan nada yang lirih namun penuh ketegasan iman.
Menggugah Belas Kasih dan Pengharapan
Dalam doanya, RD. Ongirwalu menyerahkan jiwa-jiwa korban yang meninggal kepada Tuhan. Ia memohon agar mereka diterima dalam kebahagiaan abadi bersama para kudus, sekaligus mendoakan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kiranya Engkau mengusap air mata mereka, menyembuhkan luka batin mereka, dan memberi mereka kekuatan untuk melanjutkan hidup,” tuturnya, menggambarkan empati mendalam atas kehilangan yang dialami banyak keluarga.
Doa pun mengalir bagi para korban luka, baik secara fisik maupun psikis, agar mereka segera pulih dan dapat kembali melanjutkan kehidupan dengan semangat baru.
Doa Khusus untuk Para Pemimpin dan Aparat
RD. Ongirwalu juga menyampaikan doa khusus bagi para pemimpin bangsa dan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia.
Dari level tertinggi di Mabes Polri hingga aparat di tingkat Polsek, ia memohon agar mereka dianugerahi kebijaksanaan, hati yang penuh kasih, dan keberanian menjalankan tugas dengan tulus demi keadilan dan keamanan rakyat.
Lebih jauh, ia tidak lupa mengenang para anggota Polri yang gugur dalam tugas. “Berikanlah tempat yang damai bagi mereka yang berkorban demi keamanan bangsa,” doanya, seraya memohon berkat bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap setia menjadi penopang dan pendoa bagi bangsa.
Seruan Persaudaraan dan Perdamaian
Lebih dari sekadar doa, RD. Ongirwalu menyerukan pentingnya membangkitkan semangat persaudaraan sejati di tengah masyarakat. Ia meminta bangsa ini dijauhkan dari perpecahan, kebencian, dan kekerasan, serta belajar menghargai setiap nyawa yang telah hilang akibat tragedi tersebut.
“Semoga dari peristiwa ini, kita semakin gigih membangun perdamaian yang berlandaskan kasih dan kebenaran,” ujarnya. Doa itu menjadi pengingat bahwa tragedi bukan hanya luka, melainkan juga cermin kelemahan yang harus diperbaiki bersama.
Doa untuk Bangsa yang Tegar
Mengakhiri doa, RD. Ongirwalu menegaskan kembali penyerahan bangsa ke dalam tangan Tuhan. Ia mengakui masih banyak dosa, kelalaian, dan kegagalan dalam membangun keadilan serta kedamaian. Namun, dengan penuh pengharapan, ia percaya Tuhan akan membimbing bangsa Indonesia menuju rekonsiliasi sejati.
“Semoga berkat Allah yang Mahakuasa memberkati saudara-saudari dalam mengabdi dan melayani,” tutupnya, diikuti tanda salib yang menandakan doa usai.