. Domincs Baldawins Masriat Ajak Umat Renungkan Kasih Allah Tanpa Batas di Hari Pemuliaan Salib Suci
Oleh: joko
Dari UST Manila, Imam Asal Tanimbar Serukan Hidup Rendah Hati dan Setia pada Salib Kristus
http://suaraanaknegerinews.com | Central Seminary, UST Manila, Filipina — Minggu, 14 September 2025 menjadi momen penuh makna bagi komunitas mahasiswa Katolik. Dalam perayaan Pesta Pemuliaan Salib Suci, RD. Domincs Baldawins Masriat, imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang kini melayani sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, menyampaikan renungan mendalam tentang kasih Allah dan teladan Kristus.
Sejenak Sabda: Salib sebagai Tanda Cinta Allah
Dengan sapaan penuh kasih, RD. Domincs membuka renungan bertajuk “Sejenak Sabda” dengan doa: “Semoga kasih Allah memberkati kita selalu.” Dalam bacaan liturgi hari itu—Bilangan 21:4-9, Filipi 2:6-11, dan Yohanes 3:13-17—ia menegaskan bahwa Salib Kristus adalah bukti cinta tanpa syarat dari Allah kepada umat manusia.
“Allah mengasihi kita tanpa batas. Ia menyerahkan Putra Tunggal-Nya untuk keselamatan dan kebahagiaan kekal kita. Pertanyaannya, apakah kita sungguh percaya dan menanggapi kasih-Nya, atau justru menolak-Nya?” ujar RD. Domincs.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh melalui Yesus Kristus. “Melalui-Nya, kita dijanjikan kebahagiaan kekal,” tambahnya dengan suara yang tenang namun penuh penekanan.
Teladan Kerendahan Hati Yesus
Dalam bagian kedua pesannya, RD. Domincs mengajak umat untuk meneladani kerendahan hati Kristus. Mengutip surat Rasul Paulus kepada jemaat Filipi, ia berkata:
“Yesus yang dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Ia merendahkan diri, taat hingga wafat di kayu salib. Maka, hiduplah rendah hati, sederhana, dan rela berkorban demi kebahagiaan orang lain.”
Pesan ini, menurutnya, relevan bagi siapa pun yang hidup di tengah dunia yang kerap mengagungkan kekuasaan dan gengsi. RD. Domincs menegaskan bahwa kerendahan hati adalah jalan menuju damai dan kasih sejati.
Doa dan Salam Kasih
Perayaan diakhiri dengan doa sederhana namun penuh makna:“Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu untuk hidup rendah hati.”
RD. Domincs menutup renungan dengan salam kasih dan doa, mengajak umat untuk menjadikan teladan Kristus sebagai pegangan dalam keseharian.