May 3, 2026

Dr. Bhawani Shankar Nial: Penyair dari Kalahandi – India yang Menyuarakan Kesadaran Global dan Menginspirasi Dunia Sastra Melalui Puisi

bwawi3

Oleh Leni Marlina

SUARA ANAK NEGERI.COM, JAKARTA – Sastra selalu bergerak seiring dengan zaman, menghadirkan suara-suara baru yang berani, kontemporer, dan menggugah kesadaran global. Salah seorang dari sekian banham penyair yang menandai babak baru dalam sastra modern dunia adalah Dr. Bhawani Shankar Nial, seorang sastrawan dari Kalahandi, Odisha, India, yang kini diakui secara luas di tingkat internasional.

Puisinya tidak hanya berbicara tentang keindahan kata, tetapi juga menjadi medium yang menghubungkan kesadaran global, kepekaan emosional, estetika seni, dan refleksi mendalam tentang kehidupan.

Seperti yang dikatakan Pablo Neruda, penyair besar Chile:
“Puisi bukanlah milik mereka yang menulisnya, tetapi milik mereka yang membutuhkannya.”

Artinya: Puisi bukanlah milik mereka yang menulisnya, tetapi milik mereka yang membutuhkannya. Karya-karya Dr. Nial mencerminkan pemikiran ini: puisinya tidak hanya lahir dari pengalaman pribadi, tetapi juga menjadi suara bagi banyak orang di dunia yang mengalami kesedihan, harapan, dan perlawanan terhadap kezaliman serta ketidakadilan.

Memandang Kematian dengan Berani: Refleksi Filosofis dalam Puisi

Banyak penyair yang meromantisasi kematian, tetapi Dr. Nial menghadapi tema ini dengan keberanian dan kebijaksanaan, menjadikannya tidak hanya sebagai realitas eksistensial tetapi juga sebagai sarana refleksi filosofis.

Dalam puisinya, ia menggambarkan bagaimana manusia berjuang melawan kefanaan, mencari makna dalam kehilangan, dan mencoba memahami keterbatasan hidup.

Sebagaimana dikatakan Rainer Maria Rilke, penyair Austria:
“Mati itu berat, bekerja lebih berat, tetapi menjadi orang asing jauh lebih berat.”

Artinya: Mati itu berat, bekerja lebih berat, tetapi menjadi orang asing jauh lebih berat. Dr. Nial memahami rasa keterasingan manusia di dunia yang terus berubah, terutama dalam masa-masa sulit seperti pandemi COVID-19.

Puisi sebagai Kesaksian atas Pandemi: Lockdown yang Mengguncang Dunia

Selama pandemi COVID-19, Dr. Nial menuliskan pengalaman dan perasaannya dalam kumpulan puisi Lockdown. Karya ini tidak hanya merekam kehilangan dan penderitaan, tetapi juga menjadi saksi bagaimana manusia bertahan dalam keheningan yang penuh makna.

Puisinya telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa dunia, termasuk Italia, Jerman, Prancis, Portugis, Rusia, Cina, Serbia, Polandia, Arab, dan Albania. Buku ini telah mendapatkan perhatian luas dan diedit oleh Maria del Castillo, seorang penyair dan editor ternama.

Karya-karyanya sejalan dengan pemikiran T.S. Eliot, penyair Inggris yang mengatakan:
“For last year’s words belong to last year’s language, and next year’s words await another voice.”

Artinya: Kata-kata tahun lalu milik bahasa tahun lalu, dan kata-kata tahun depan menunggu suara yang baru. Puisi Lockdown menjadi suara baru dalam sastra global—menghadirkan narasi pandemi yang universal dan relevan untuk masa depan.

Hubungan Manusia dan Alam: Sebuah Seruan Moral

Salah satu tema kuat dalam puisi Dr. Nial adalah hubungan manusia dengan alam. Ia mengingatkan bagaimana tindakan manusia yang serampangan terhadap lingkungan dapat berujung pada bencana.

Pandangannya sejalan dengan filsafat William Blake, penyair Inggris, yang berkata:
“To see a world in a grain of sand, and a heaven in a wild flower, hold infinity in the palm of your hand, and eternity in an hour.”

Artinya: Untuk melihat dunia dalam sebutir pasir, dan surga dalam sekuntum bunga liar, genggamlah keabadian dalam telapak tanganmu, dan waktu dalam satu jam. Puisi Dr. Nial menjadi peringatan bagi dunia bahwa alam bukan sekadar latar bagi manusia, tetapi bagian dari keberadaan kita yang harus dihormati.

Pengakuan Global: Kalahandi Utsav Ghumura-2025

Sebagai penghormatan atas kontribusinya dalam sastra dunia, Dr. Bhawani Shankar Nial dianugerahi gelar Sastrawan Global dalam Kalahandi Utsav Ghumura-2025, sebuah festival sastra dan budaya terkemuka di Odisha, India.

Ia menerima penghargaan ini dari Surjyabanshi Suraj, Menteri Bahasa, Sastra & Budaya Odia, serta dihadiri oleh MP Sujit Kumar, MP Malavika Devi, dan Kolektor Distrik Kalahandi, Pawar Sachin Prakash. Penghargaan ini memperkuat posisi Dr. Nial sebagai salah satu penyair paling berpengaruh di dunia saat ini.

Odisha adalah negara bagian di India timur yang terkenal dengan warisan budayanya yang kaya. Daerah ini telah melahirkan banyak sastrawan besar dan memiliki tradisi sastra yang mendalam. Kalahandi, tempat kelahiran Dr. Nial, juga memiliki sejarah panjang dalam seni dan sastra.

Dampak Karya Dr. Bhawani Shankar Nial untuk Indonesia dan Dunia

Karya-karya Dr. Bhawani Shankar Nial tidak hanya menggema di India, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan bagi Indonesia dan dunia, khususnya dalam dunia sastra global. Melalui puisi-puisi yang penuh emosi dan refleksi mendalam tentang kehidupan, kemanusiaan, dan alam, Nial telah berhasil membangun jembatan antara berbagai budaya dan tradisi sastra, memotivasi pembaca di seluruh dunia untuk lebih merenung dan terlibat dalam percakapan global mengenai isu-isu besar yang kita hadapi bersama.

Dampak di Indonesia: Sebuah Inspirasi Baru

Di Indonesia, banyak penyair yang juga menuliskan keresahan serupa. Kutipan dari W.S. Rendra, penyair besar Indonesia, sangat relevan dalam konteks ini:
“Apabila usaha membisu dan tak ada suara, berarti hidup tak ada gunanya.”

Seperti halnya Rendra, Dr. Nial menggunakan puisinya sebagai bentuk perlawanan dan kesaksian atas ketidakadilan, penderitaan, serta perjuangan manusia. Ia membuktikan bahwa sastra tidak hanya milik satu bangsa, tetapi menjadi jembatan untuk pemahaman lintas budaya

Untuk Indonesia, karya Nial menginspirasi pembaca untuk lebih menghargai pentingnya koneksi antara manusia dan alam. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya dan alam, Nial mengajak kita untuk merenungkan bagaimana tindakan kita terhadap lingkungan dapat mempengaruhi generasi mendatang. Puisi-puisi seperti Lockdown membawa pembaca pada sebuah perjalanan emosi yang berkaitan dengan kerugian dan kepergian, sesuatu yang tentu sangat relevan dengan Indonesia, yang juga mengalami kehilangan besar selama pandemi COVID-19. Melalui refleksi atas krisis ini, karya Nial memberikan wawasan yang dapat memperdalam pemahaman kita tentang solidaritas manusia, keberanian dalam menghadapi ketidakpastian, serta nilai-nilai kemanusiaan yang harus dipertahankan dalam setiap aspek kehidupan.

Secara global, Nial menyumbangkan perspektif baru yang menggabungkan kedalaman pengalaman pribadi dengan masalah-masalah universal yang dihadapi umat manusia, seperti kematian, pencemaran lingkungan, dan eksistensialisme. Ini adalah kontribusi yang sangat penting mengingat dunia saat ini terhubung lebih dekat daripada sebelumnya—di mana setiap masalah lokal dapat dengan cepat menjadi masalah global. Karya-karya Nial, yang telah diterjemahkan ke lebih dari 24 bahasa, telah memperkenalkan pembaca dari berbagai latar belakang budaya terhadap realitas yang kompleks dan penuh nuansa mengenai hubungan kita dengan dunia alam semesta dan tanggung jawab kita sebagai makhluk hidup.

Melalui penerjemahan karyanya, Lockdown telah menjangkau pembaca di Eropa, Amerika, dan negara-negara lain di Asia, menciptakan sebuah dialog lintas budaya yang membawa pesan-pesan kuat tentang keberlanjutan, kemanusiaan, dan pemahaman lintas batas. Terlebih lagi, kontribusinya terhadap sastra Odia dan Hindi—dua bahasa yang sering kali kurang mendapatkan sorotan internasional—telah menempatkan literatur India secara keseluruhan dalam percakapan sastra dunia.

Dengan penghargaan internasional yang telah diterima Nial, seperti di Kalahandi Utsav Ghumura-2025, kontribusinya semakin dipandang penting dalam memajukan pemahaman lintas budaya dan memperkaya tradisi sastra dunia. Puisi-puisi Nial tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengekspresikan perasaan pribadi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan global yang mengajarkan kita tentang pentingnya empati, rasa hormat terhadap alam, dan keterbukaan terhadap perbedaan.

Dampak lebih lanjut dapat dilihat dalam beberapa aspek:

1. Penghargaan terhadap Alam dan Lingkungan – Di dunia yang semakin merasakan dampak perubahan iklim, karya Nial memberikan peringatan penting tentang bagaimana konflik antara manusia dan alam dapat mengarah pada bencana yang tak terelakkan. Di Indonesia, yang menghadapi masalah lingkungan seperti deforestasi dan polusi, karya Nial mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan alam.

2. Penyatuan Lintas Budaya – Sebagai penyair yang datang dari Kalahandi, daerah yang kaya akan budaya namun sering kali kurang dikenal di dunia luar, Nial telah membawa budaya Odisha ke tingkat global. Karya-karyanya, yang kini diterjemahkan ke berbagai bahasa, berfungsi sebagai jembatan antara Timur dan Barat, mengungkapkan bahwa meskipun budaya dan bahasa kita berbeda, kita semua berbagi pengalaman manusia yang mendalam.

3. Menumbuhkan Kesadaran Sosial dan Eksistensialisme – Melalui puisi yang sangat berbobot, Nial mendorong kita untuk merenung tentang hidup, kematian, dan tempat kita di dunia. Di Indonesia, yang mengalami perubahan sosial dan politik yang cepat, karya-karya Nial menawarkan kesempatan untuk menghidupkan kembali refleksi diri dan pencarian makna dalam kehidupan kita sehari-hari.

4. Menginspirasi Penulis dan Penyair Baru – Di Indonesia, di mana sastra terus berkembang dengan banyak penulis muda yang mencari inspirasi dari karya-karya internasional, Nial menjadi figur penting yang menunjukkan bahwa sastra tidak memiliki batasan geografis. Dengan prestasinya yang luar biasa, dia membuka jalan bagi banyak penyair dan penulis di Indonesia untuk berani merambah panggung sastra global dan menyuarakan isi hati mereka dengan cara yang jujur dan bermakna.

Secara keseluruhan, karya Dr. Bhawani Shankar Nial memberikan dampak yang mendalam, tidak hanya di tanah kelahirannya, tetapi juga di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Dengan menyajikan sastra yang menggugah pikiran dan perasaan, Nial mengajarkan kita tentang pentingnya terus menjaga dan merayakan nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Setiap puisi yang ia tulis menyentuh aspek-aspek mendalam dari pengalaman manusia, mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas, keberanian, dan introspeksi, sambil mempererat ikatan antarbangsa dalam percakapan tentang dunia yang kita tinggali bersama.

Kesimpulan

Karya-karya Dr. Bhawani Shankar Nial bukan hanya milik India, tetapi telah menjadi bagian dari percakapan sastra dunia. Puisinya mengajarkan keberanian menghadapi kematian, pentingnya menjaga alam, serta bagaimana sastra bisa menjadi kesaksian dan perlawanan terhadap zaman.

Sebagaimana dikatakan Octavio Paz, penyair Meksiko peraih Nobel Sastra:
“Puisi mengungkapkan sesuatu yang lebih dari sekadar kata-kata.”
Dr. Nial telah membuktikan bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga cermin jiwa dunia yang terus berdenyut dan berkembang.

Dapat dibaca juga A Personal Literary Review of Poem “As You Are Coming” Written by International Well-Known Indian Poet, Bhawani Shankar Nial (2021) – Suara Anak Negeri News

————————

[LM, SuaraAnakNegeri.com, Editorial Team, assisted by AI]

Gambar: Dokumentasi B. S. Nial via LM