May 26, 2026

Muhadarah MAN Kota Sawahlunto: Gema Hikmah yang Menyentuh

SAWAHLUNTO, 8 Agustus 2025 Pada pagi yang sejuk, di antara gemuruh dedaunan yang bergoyang tertiup angin dan langit yang menaungi MAN Kota Sawahlunto dengan teduhnya, sebuah kegiatan penuh makna kembali menggema di Lapangan madrasah. Adalah Muhadarah, sebuah tradisi luhur yang telah lama berakar di lingkungan pendidikan Islam, yang hari ini dilaksanakan dengan khidmat dan penuh semangat oleh para siswa Kelas XII Fase F3.

Kegiatan Muhadarah ini kembali membuktikan bahwa nilai-nilai luhur, seperti keberanian berbicara di depan umum, kebijaksanaan dalam menyampaikan hikmah, dan kekuatan retorika Islami, tetap relevan dan hidup di tengah generasi muda.

Sastra Lisan sebagai Pijakan Spiritual acara dibuka oleh pembawa acara dari kelas XII Fase F3 MAN Kota Sawahlunto yang menyapa Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, para guru serta Tenaga kependidikan dan siswa dengan sopan santun yang mencerminkan adab Islami. Lalu satu per satu, para orator muda maju depan bukan sekadar untuk berbicara, tetapi untuk menghidupkan kata-kata dengan jiwa.

Tema yang diusung kali ini adalah “Membangun Pribadi Berakhlak di Era Digital”. Dalam balutan bahasa yang fasih dan penuh keyakinan, dengan kegiatan di isi Mulai dari Pembacaan Kalam, penampilan Tahfidz, Khotbah Jumat yang penuh muatan yang menggugah hati, menukik ke dasar-dasar moral yang kini mulai samar tertutup kabut zaman.

Seni yang Menyentuh Jiwa Tak hanya ceramah, muhadarah kali ini juga di isi 7dengan penampilan hiburan yang bercorak Islami

Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro dalam pencerahannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa kelas XII F3 sebagai pelaksana muhadarah yang begitu matang dan menyentuh.“Ini bukan hanya pelatihan public speaking, tapi Juga sebagai ajang untuk belajar tampil di depan audien dan harus di persiapkan dengan semaksimal mungkin,”ucap Dafril

“Muhadharah latihan menyampaikan kebenaran dengan hikmah, dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam bentuk yang hidup dan membumi,” terangnya

Guru wali kelas XII Fase F3 Sulyadi, S.Pd juga mengungkapkan rasa bangganya. Menurutnya, kegiatan ini memperlihatkan bahwa pendidikan bukan hanya persoalan nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Kelas XII Fase F3 hari ini tidak hanya berbicara. Mereka menanam nilai, membangun makna, dan meninggalkan jejak di antara tiang-tiang madrasah yang menyaksikan mereka tumbuh bukan hanya menjadi pelajar, tapi juga pribadi yang siap menebar cahaya.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB