“Pokem dari Numfor: Gandum Lokal yang Tumbuh di Tanah Biak”
Laporan Paulus Laratmase
–
Biak, Papua — Salah satu daya tarik menarik dalam Festival Budaya Biak 2025, yang digelar sejak 17 hingga 21 Oktober di Biak Numfor, adalah hadirnya “Pokem”, sejenis gandum lokal dari Pulau Numfor yang belakangan menarik perhatian banyak pengunjung.
“Pokem” demikian masyarakat Biak menyebutnya ternyata merujuk pada tanaman yang di banyak daerah dikenal dengan nama sorgum, jawawut, atau sekoi. Tanaman ini sudah lama tumbuh di Pulau Numfor dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, meskipun baru belakangan dikenal luas sebagai salah satu bahan pangan lokal yang kaya nilai gizi.
Yanto Toding Allo, mengaku sudah lama mendengar kata pokem, tetapi baru memahami maknanya saat menyaksikan langsung dokumentasi dan pameran pangan lokal di festival tersebut.
“Saya baru tahu kalau ternyata di Pulau Biak, khususnya di Numfor, tanaman “Pokem” ini bisa tumbuh subur. Pokem bahkan sudah lama menjadi bahan pangan pokok masyarakat setempat,” ujarnya kagum.
Pokem memiliki nilai gizi tinggi, mengandung karbohidrat, serta vitamin A dan C yang penting bagi tubuh. Dalam tradisi masyarakat Numfor, pokem sering diolah menjadi berbagai makanan khas, mulai dari bubur, kue, hingga campuran makanan sehari-hari. Selain bernilai pangan, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi dan ekologis karena mampu tumbuh di lahan kering serta mendukung ketahanan pangan lokal.
Festival Budaya Biak 2025 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali kekayaan hayati dan pangan lokal tanah Biak kepada publik luas. Lewat pameran, atraksi budaya, dan dialog interaktif, festival ini tidak hanya menyegarkan mata, tetapi juga membuka wawasan tentang potensi besar yang tersimpan di pulau-pulau kecil seperti Numfor.
“Terima kasih untuk Festival Budaya Biak yang sudah menyegarkan mata dan menambah wawasan,” tulis Yanto dalam catatan reflektifnya.
Pokem dari Numfor kini tidak hanya menjadi simbol ketahanan pangan lokal, tetapi juga cermin kearifan masyarakat Biak dalam menjaga hubungan harmonis dengan alam. Di tengah gempuran pangan impor, pokem berdiri sebagai pengingat bahwa kekayaan dan ketahanan sesungguhnya sering tumbuh di tanah sendiri.