Forum An-Nisa’ MAN Kota Sawahlunto, Langkah Strategis Memperkuat Fiqih Syari’ah Kewanitaan
SAWAHLUNTO (Humas) 10 April 2026
Di tengah kehidupan pendidikan yang terus bergerak maju, MAN Kota Sawahlunto meneguhkan langkahnya dalam membangun generasi perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam pemahaman syari’ah. Melalui Forum An-Nisa’, sebuah ruang pembinaan yang sarat makna, nilai, dan keteduhan ilmu, MAN Kota Sawahlunto menghadirkan ikhtiar nyata dalam memperkuat fiqih kewanitaan bagi para siswinya.
Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro dalam keterangannya menyampaikan bahwa Forum An-Nisa’ bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah langkah strategis yang dirancang dengan kesadaran mendalam akan pentingnya pemahaman syari’ah dalam kehidupan perempuan muslimah. “Perempuan adalah madrasah pertama. Maka, pemahaman mereka terhadap fiqih kewanitaan harus dibangun dengan benar, lembut, dan berkelanjutan,” tutur Dafril penuh keyakinan.
Forum ini dilaksanakan secara konsisten setiap hari Jumat, menjadi semacam oase spiritual di penghujung pekan belajar. Di saat sebagian rutinitas melambat, para siswi justru diajak menyelami dimensi ilmu yang lebih dalam mengenal dirinya, memahami kodratnya, dan memuliakan perannya dalam bingkai ajaran Islam.
Di bawah Guru pembina Fatma Yusni, Forum An-Nisa’ tumbuh sebagai ruang dialog yang hangat dan inklusif. Dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, ia membimbing para siswi untuk memahami berbagai aspek fiqih kewanitaan mulai dari thaharah, haid, hingga adab dan etika sebagai muslimah. Setiap materi disampaikan tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai cahaya yang menerangi jalan kehidupan.
Suasana forum kerap dipenuhi keheningan yang khusyuk, diselingi diskusi yang hidup. Pertanyaan-pertanyaan yang dahulu mungkin terpendam, kini menemukan ruang untuk diungkapkan. Keraguan perlahan luruh, berganti dengan keyakinan yang tumbuh dari pemahaman.
Lebih dari sekadar pembelajaran, Forum An-Nisa’ menjelma menjadi gerakan kultural di lingkungan madrasah. Ia menanamkan kesadaran bahwa menjadi perempuan adalah amanah yang agung yang harus dijalani dengan ilmu, kehormatan, dan keteguhan iman.
Langkah ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Tidak hanya karena konsistensinya, tetapi juga karena dampaknya yang nyata dalam membentuk karakter siswi yang lebih percaya diri, santun, dan berprinsip.
Di tengah arus zaman yang kerap menggoyahkan nilai, MAN Kota Sawahlunto memilih untuk berdiri tegak dengan cara yang teduh mendidik, membimbing, dan menanamkan ilmu yang berakar pada syari’ah. Forum An-Nisa’ menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang-ruang kecil yang penuh keikhlasan.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB