Perkuat Kegiatan Muhadharah: Kepala MAN Kota Sawahlunto Minta Hidupkan Ruh dan Lahirkan Kreativitas
Sawahlunto (Humas) 10 April 2026, Udara masih menyimpan kesejukan yang lembut ketika langkah-langkah para siswa mulai memenuhi halaman MAN Kota Sawahlunto. Di antara hiruk pikuk yang sederhana namun sarat makna, sebuah harapan perlahan tumbuh, harapan akan lahirnya generasi yang tak hanya cerdas dalam pikir, tetapi juga tangguh dalam tutur dan luhur dalam budi.
Kegiatan muhadharah, yang telah lama menjadi denyut nadi pembinaan karakter di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawahlunto, kini kembali mendapatkan perhatian khusus. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro dengan penuh keteguhan dan visi yang jernih, menyerukan pentingnya menghidupkan kembali “ruh” dalam setiap pelaksanaan muhadharah sebuah ruh yang tidak sekadar menghadirkan rutinitas, tetapi mengalirkan makna, nilai, dan semangat ke dalam setiap kata yang diucapkan. Yang Menjadi ruh utama kegiatan Muhadarah ini adalah bagaimana para siswa bisa berceramah dengan 3 Bahasa, Bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Kegiatan Muhadarah pertama ini pasca libur Lebaran 1447 H kembali dilaksanakan dengan penuh semangat oleh para siswa. Pada kesempatan ini, kelas XI F2 mendapat giliran sebagai pelaksana kegiatan, dengan bimbingan wali kelas Agil Aditya.
Dalam arahan Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menegaskan bahwa muhadharah bukanlah sekadar panggung latihan berbicara. Lebih dari itu, ia adalah ruang pembentukan jiwa. Di sanalah keberanian diasah, kepekaan diasuh, dan kreativitas diberi ruang untuk tumbuh. “Muhadharah harus hidup,” tuturnya, dengan nada yang mengandung harap sekaligus tekad. “Bukan hanya terdengar, tetapi terasa. Bukan hanya berjalan, tetapi menggerakkan.”
Seruan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah arus zaman yang serba cepat dan instan, kemampuan berkomunikasi yang berkarakter menjadi semakin penting. Muhadharah, dalam hal ini, hadir sebagai jembatan antara ilmu dan ekspresi, antara pemahaman dan penyampaian. Ia mengajarkan siswa untuk merangkai kata dengan hikmah, menyampaikan gagasan dengan santun, dan memimpin dengan keteladanan.
Lebih jauh, Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril juga mendorong lahirnya inovasi dalam setiap kegiatan muhadharah. Ia menginginkan agar siswa tidak terpaku pada pola lama, tetapi berani mengeksplorasi bentuk-bentuk baru yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Kreativitas, menurut Dafril adalah kunci agar muhadharah tetap relevan dan menarik bagi generasi masa kini.
Kegiatan Muhadharah pun di harapkan untuk dapat bertransformasi dari sekadar kegiatan rutin menjadi panggung pembentukan karakter yang hidup dan dinamis. Ia bukan lagi sekadar agenda mingguan, tetapi menjadi perjalanan batin yang menuntun siswa mengenali dirinya, memahami lingkungannya, dan menyuarakan nilai-nilai kebaikan.
Pada akhirnya, apa yang diharapkan bukan hanya lahirnya para orator yang fasih berbicara, tetapi juga generasi yang mampu membawa cahaya dalam setiap ucapannya generasi yang kata-katanya bukan sekadar bunyi, melainkan doa, inspirasi, dan perubahan.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB