Guru BK MAN Kota Sawahlunto Jaring Aspirasi Siswa: Menyemai Harapan, Menyongsong TKA 2025
SAWAHLUNTO, 16 September 2025 Di tengah gemuruh semangat pendidikan dan harapan masa depan, sebuah langkah bijak dan penuh makna diambil oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Putri Suhaida dan Vivied Nopidtrianis Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Dalam semangat mendampingi generasi muda menapaki jenjang yang lebih tinggi, para Guru BK turun langsung ke tengah siswa, menjaring suara-suara hati mereka: apa cita-cita yang ingin diraih, mata pelajaran apa yang menggugah semangat, dan ke mana arah masa depan hendak dituju.
Langkah ini bukan sekadar formalitas rutin tahunan. Ini adalah jembatan emas antara harapan dan kenyataan, antara mimpi dan perjuangan. Sejak awal September 2025, seluruh siswa Fase F kelas XII MAN Kota Sawahlunto mulai dilibatkan dalam sesi pemetaan minat dan bakat, yang dikemas dalam dialog interaktif, pengisian kuisioner minat studi lanjut, hingga diskusi kelompok yang hangat dan mendalam.
“Kami ingin setiap siswa merasa didengar. Pendidikan bukan sekadar angka dan nilai, tapi tentang memahami potensi diri dan memilih jalan hidup dengan sadar,” ungkap Putri Suhaida dan Vivied Nopidtrianis, Konselor BK MAN Kota Sawahlunto, dengan mata yang berbinar oleh semangat.
Upaya penjaringan aspirasi ini dilandasi oleh satu tujuan besar menyukseskan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2025 sebagai pintu gerbang menuju perguruan tinggi. Dalam sistem seleksi nasional yang kini menitikberatkan pada penalaran dan penguasaan materi sesuai rumpun ilmu pilihan, pemilihan mata pelajaran pilihan menjadi langkah strategis yang tak bisa diabaikan.
“Bila siswa ingin masuk kedokteran, tentu harus menguatkan biologi dan kimia. Tapi kalau ingin ke sastra, sejarah dan bahasa adalah senjata utamanya. Inilah yang kami tekankan kenali dirimu, pilih pelajaranmu, dan bersiaplah sejak sekarang,” tambah Vivied.
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, para siswa menyampaikan keinginan mereka ada yang bercita-cita menjadi insinyur, dokter, guru, pengusaha, bahkan seniman. Semua suara itu dicatat, dianalisis, dan dijadikan dasar untuk menyusun strategi pendampingan akademik ke depan.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro , memberikan apresiasi penuh atas inisiatif yang di lakukan oleh Guru BK MAN Kota Sawahlunto ini. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah bagi tumbuhnya harapan.
“Ini adalah bentuk nyata dari madrasah hebat, bermartabat. Kami tidak ingin siswa kami sekadar lulus, tapi sukses. Kami ingin mereka tahu bahwa guru-gurunya berjalan bersama mereka, dalam terang dan gelap perjalanan pendidikan ini,” ucap Dafril.
Tak hanya berhenti di penjaringan, hasil aspirasi siswa ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan jadwal belajar tambahan, pendampingan belajar sesuai bidang minat, serta pelatihan soft skill untuk menghadapi ujian dan dunia kampus. Madrasah juga akan menggandeng alumni sukses dan praktisi pendidikan tinggi untuk memberikan motivasi dan bimbingan langsung kepada para siswa.
Dan dalam langkah-langkah sederhana para Guru BK ituyang mengumpulkan lembar demi lembar harapan, menyulamnya dalam program yang rapi dan penuh cinta terpatri makna sejati dari profesi pendidik menjadi lentera dalam gelap, menjadi arah dalam pencarian, menjadi jembatan bagi mimpi-mimpi besar anak negeri.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB