April 16, 2026

H-6 Menjelang Semester Genap: Kemenag Sawahlunto dan Sijunjung Gelar Sosialisasi KMA 1503

IMG-20251230-WA0000

H-6 Menjelang Semester Genap: Kemenag Sawahlunto dan Sijunjung Gelar Sosialisasi KMA 1503

Sijunjung, 29 Desember 2025 — Enam hari menjelang dimulainya Proses Belajar Mengajar (PBM) semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, denyut kesiapan madrasah terasa kian menguat. Dalam semangat menyamakan langkah dan memperdalam arah kebijakan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto bersama Kemenag Kabupaten Sijunjung menggelar Sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503, bertempat di MAN 1 Sijunjung, Senin (29/12/2025).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh para Kepala RA, MI, MTs, dan MA, serta para Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs dan MA dari dua wilayah tersebut. Ruang aula MAN 1 Sijunjung menjadi saksi pertemuan para pemangku kebijakan madrasah yang hadir dengan satu tujuan: memastikan implementasi kurikulum berjalan selaras, bermakna, dan berorientasi pada pembelajaran mendalam.

Dua Kemenag menghadirkan narasumber yang kompeten dan profesional di bidangnya, yakni Dr. H. Jhon of Rizal One, M.Ag, Ketua Tim GTK Kanwil Kemenag Sumatera Barat, serta Amrizon, M.Pd, Tim Pengembang Kurikulum Kanwil Kemenag Sumbar. Kehadiran keduanya memberi bobot akademik sekaligus praktis dalam memahami substansi KMA 1503.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kabupaten Sijunjung, H. Okto Verisman. Dalam arahannya, Okto menegaskan bahwa KMA 1503 bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kompas kebijakan yang harus dihidupkan dalam praktik pembelajaran di madrasah.

“Madrasah hari ini dituntut tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai, karakter, dan cinta dalam proses belajar. KMA 1503 hadir untuk menjawab tantangan itu, dan tugas kita adalah menerjemahkannya secara kontekstual dan berkelanjutan,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Sementara itu, panitia pelaksana yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Sawahlunto, Syafruddin, M.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini dirancang sebagai ruang dialog dan penguatan pemahaman bersama.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para kepala madrasah dan pengelola kurikulum memiliki pemahaman yang utuh, satu frekuensi, serta siap mengimplementasikan KMA 1503 secara efektif di satuan pendidikan masing-masing,” ungkapnya.

Memasuki sesi inti, kedua narasumber mengupas secara mendalam esensi pembelajaran mendalam (deep learning) dan kurikulum berbasis cinta sebagaimana ruh yang diusung dalam KMA 1503. Dr. H. Jhon of Rizal One, M.Ag menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi menyentuh ranah kesadaran, refleksi, dan makna.

“Pembelajaran mendalam menuntut guru menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan menyentuh hati peserta didik,” jelasnya.

Senada dengan itu, Amrizon, M.Pd menyoroti kurikulum berbasis cinta sebagai fondasi etik dan pedagogik madrasah. Menurutnya, cinta dalam pendidikan bukan jargon, melainkan sikap sadar untuk memanusiakan peserta didik, menghargai keberagaman potensi, dan menumbuhkan karakter rahmatan lil ‘alamin.

Sosialisasi berlangsung dinamis, diselingi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme peserta. Beragam persoalan teknis hingga filosofis pembelajaran dibahas secara terbuka, menandai keseriusan madrasah dalam menyongsong semester genap dengan kesiapan yang matang.

Menjelang penutupan, kegiatan ini meninggalkan pesan kuat: madrasah tidak hanya bersiap menghadapi kalender akademik baru, tetapi juga memperteguh komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan berlandaskan cinta.

Kontributor: Dafril, Tuanku Bandaro