April 26, 2026

Halaman Balai Kota Padang Bergetar: Sembilan Siswa MTsN 1 Padang Warnai Upacara Hari Lahir Pancasila Lewat Tari Kolosal

Padang, Humas — Senin (02/06), di halaman Balai Kota Aur Pacah Padang, langit seolah memberkati langkah-langkah anak bangsa yang menari dalam irama kebhinekaan. Dalam semarak peringatan Hari Lahir Pancasila, sembilan siswa MTsN 1 Kota Padang tampil memukau melalui sebuah tari kolosal yang tak hanya memesona mata, tapi juga menyentuh nurani.

Tarian ini bukan sekadar seni panggung. Ia adalah wujud cinta tanah air, puisi yang diukir dengan gerak, dan nyanyian diam tentang Indonesia yang besar karena keberagamannya. Dibimbing oleh dua sosok inspiratif, Wahyu Prima Nelga dan Riezka Pratami, serta dipayungi oleh kepemimpinan Kepala Madrasah, Isrizal, para siswa tampil percaya diri membawa nama madrasah sekaligus mengangkat harkat seni sebagai sarana pembelajaran nilai.

Mereka bukan hanya mewakili MTsN 1 Padang, tapi juga bagian dari kolaborasi tujuh MTs Negeri se-Kota Padang dibawah binaan kemenag kota Padang, yang bersatu dalam satu semangat: mempersembahkan karya terbaik bagi negeri.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, H. Edy Oktafiandi, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas penampilan yang tidak hanya indah, tetapi sarat makna. “Kami melihat harapan bangsa di mata dan langkah anak-anak ini,” ucap Wali Kota, terharu.

Wahyu dan Riezka, dua guru seni budaya yang menjadi pelatih, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Mereka menari dengan hati. Inilah hasil dari proses panjang yang penuh semangat dan cinta,” ujar keduanya hampir bersamaan.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Padang, Isrizal, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keterlibatan anak didiknya dalam momentum nasional ini.

“Dipilihnya siswa kami untuk turut memeriahkan upacara Hari Lahir Pancasila di Balai Kota merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Ini bukti bahwa madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membina karakter dan rasa cinta tanah air lewat seni dan budaya,” ujarnya penuh haru.

“Anak-anak ini telah menunjukkan bahwa madrasah mampu berdiri sejajar, bahkan unggul dalam kontribusi sosial dan kebangsaan. Ini bukan hanya kebanggaan bagi kami di MTsN 1 Padang, tapi untuk seluruh keluarga besar madrasah se-Kota Padang.”

Tarian yang mereka tampilkan bertajuk “Aku adalah Indonesia”, hasil buah pikir dan kerja kolaboratif para guru di bawah naungan MGMP Seni Budaya dan Prakarya Madrasah Tsanawiyah Kota Padang. Dengan narasi yang mendalam, tarian ini bercerita tentang negeri yang kaya akan warna, namun bersatu dalam satu cita:

Aku adalah Indonesia…
Tanah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, agama dan sejarah.
Dari Sabang hingga Merauke, kita bersatu dalam semangat kebhinekaan,
berjuang untuk kemajuan dan keadilan.

Aku adalah Indonesia…
Bangsa yang tumbuh dari perjuangan,
menjaga warisan nenek moyang,
dan menyambut masa depan dengan harapan.

Umat Rukun Menuju Indonesia Emas.

Dengan tema “Merawat Kerukunan dalam Keberagaman”, karya ini menjadi suara sunyi namun nyaring dari generasi muda madrasah yang meyakini bahwa seni adalah jembatan antar perbedaan, dan budaya adalah akar kekuatan bangsa.

Hari itu, halaman Balai Kota Padang bukan hanya saksi sebuah pertunjukan. Ia menjadi altar tempat semangat Pancasila kembali dirayakan bukan lewat pidato, tapi lewat gerak dan jiwa yang menari bersama merah putih. Kontributor : Dafril