April 26, 2026

Dari Central Seminary UST Manila, Sabda Kasih untuk Dunia: RD Dominics Baldawins Masriat Serukan Kesetiaan dan Doa

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, 3 Juni 2025 — Pagi yang cerah di Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, menjadi saksi bisu hadirnya sebuah refleksi rohani yang mendalam dari seorang anak bangsa.

Pastor mahasiswa asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, RD Dominics Baldawins Masriat, memimpin sejenak permenungan Sabda dalam suasana sederhana namun sarat makna.

Dalam program rohani bertajuk Sejenak Sabda, Romo Dominics menyapa umat dengan salam hangat dan penuh kasih:
“Semoga kasih Allah memberkati kita selalu.”

Pada hari peringatan wajib Santo Karolus Lwanga dan teman-temannya, dua bacaan liturgi hari itu—Kisah Para Rasul 20:17-27 dan Yohanes 17:1-11a—menjadi dasar permenungan mendalam tentang kasih, kesetiaan, dan misi pewartaan Injil.

Lewat refleksinya, RD Dominics menyampaikan dua pokok pesan utama yang relevan bagi kehidupan keluarga dan iman umat masa kini:

Pertama, kasih Yesus bukanlah kasih yang bersyarat atau sementara. Bahkan dalam doa-Nya kepada Bapa, Yesus tak hanya memikirkan para murid yang hadir, tetapi juga kita semua hingga akhir zaman. “Yesus berdoa agar kita selalu disertai dan diperhatikan sampai selamanya. Maka dalam hidup keluarga pun, kita dipanggil untuk saling memperhatikan dan setia,” ungkapnya.

Ia menyayangkan bahwa banyak keluarga masa kini kerap tercerai-berai oleh persoalan duniawi. Karenanya, Romo Dominics mengajak umat untuk meneladani Yesus yang setia dan penuh kasih, serta menjadikan doa sebagai pengikat cinta dalam keluarga.

Kedua, ia menggarisbawahi keteladanan Rasul Paulus dalam bacaan pertama, yang meskipun menghadapi tantangan berat, tetap setia menyelesaikan pelayanannya: “Setialah mewartakan Injil, bukan hanya melalui kata-kata dan tulisan, tapi terlebih melalui perbuatan nyata yang mencerminkan sabda Yesus,” seru RD Dominics.

Di akhir renungan, ia mengajak semua yang mendengar dan membaca sabda ini untuk kembali meneguhkan komitmen pribadi dalam iman:

“Ya Allah, berkatilah kami agar kami senantiasa setia untuk mewartakan sabda-Mu di tengah-tengah dunia ini.”

Dengan salam penutup penuh cinta:
“Salam kasih dan doa, RD Dominics Baldawins Masriat.”

Peristiwa ini tidak hanya menjadi catatan liturgis di negeri orang, namun juga menjadi jembatan harapan dan inspirasi dari seorang anak Maluku yang mewartakan kasih Tuhan dari jantung Filipina untuk seluruh dunia. Sebuah pengingat bahwa sabda Tuhan bisa lahir dari hati yang setia, di mana pun ia berada.