April 26, 2026

Tiga Dekade Menyemai Budi Menjadi Pendidik, Hj. Nelwati Menepi dengan Sejuk di Senja Pengabdian

=

Padang, Humas – Waktu adalah saksi bisu atas pengabdian panjang yang tidak selalu tercatat dalam tinta sejarah, namun hidup dalam kenangan dan hati yang disentuh. Setelah 35 tahun 3 bulan mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara, Hj. Nelwati guru senior Matematika yang telah menjadi pelita di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Padang resmi memasuki masa purnabakti. Rabu, 28 Mei 2025 menjadi momen haru, saat ia dilepas dengan penuh penghormatan oleh Kepala MTsN 1 Padang, Isrizal, serta seluruh GTK, di ruang majelis guru.

Dalam balutan kesederhanaan, Hj. Nelwati dikenal bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga panutan. Rendah hati dalam tutur, pemurah dalam sikap, dan lembut dalam bergaul. Ia tak pernah memandang sekat, meski adalah istri dari seorang pejabat Kepala Kantor Kemenag Kota Padang periode 2018–2021 namun tetap membumi dalam langkah dan pergaulan.

“Bu Nelwati bukan hanya guru, beliau adalah jiwa yang menyatu dengan madrasah. Keteladanannya menjadi cermin bagi kita semua, “ujar Kepala Madrasah, Isrizal, dalam sambutan perpisahan yang sarat rasa haru. Ia menyebut Hj. Nelwati sebagai sosok yang sulit digantikan: disiplin, bijaksana, dan sabar dalam menghadapi dinamika pendidikan.

Dalam kata-kata perpisahannya, Hj. Nelwati menyampaikan permohonan maaf dan pamit dengan hati yang lapang.“Saya merasa sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga besar MTsN 1 Padang. Banyak kenangan yang tak akan hilang dari ingatan. Mohon maaf atas segala kekhilafan, dan terima kasih atas kebersamaan yang begitu berarti,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Riwayat Hidup: Langkah Panjang Seorang Pendidik

Hj. Nelwati lahir dari rahim zaman yang menuntut keteguhan hati dan ketulusan bakti. Ia menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMA 2 Bukittinggi tahun 1985, kemudian melanjutkan ke IKIP Padang dan merampungkan kuliah pada September 1989. Saat mahasiswa tingkat akhir, ia telah mulai mengabdikan diri sebagai guru honorer di tiga lembaga pendidikan sekaligus MAN Model Bukittinggi, MAN Koto Baru Padang Panjang, dan Diniyah Putri Padang Panjang mengajar hingga 53 jam seminggu, bahkan hari Minggu pun ia tetap mengajar.

Setelah wisuda, ia menerima SK sebagai ASN dengan TMT 1 Maret 1990 dan memulai tugas pertamanya di SMA Maninjau, sebuah sekolah yang berdiri tenang di tepi danau. Di sanalah pengabdian resmi dimulai, menyemai ilmu di tengah damai alam Minangkabau.

Pada Desember 1991, ia menikah dengan seorang pendidik pula. Saat suaminya mendapat penugasan di MAN Lubuk Alung, ia pun ikut berpindah, dan mulai mengabdi di SMA Negeri 1 Nan Sabaris, Padang Pariaman, sejak Juli 1993. Di sana ia menetap, mengabdi tanpa jeda selama 28 tahun sebuah kesetiaan yang layak diteladani.

Pada Januari 2021, Hj. Nelwati mengakhiri pengabdiannya di SMA dan berpindah ke MTsN 1 Kota Padang, tempat di mana ia menghabiskan lembaran akhir masa tugasnya. Di sinilah ia menebar inspirasi, menyemai budi, dan menularkan semangat belajar kepada generasi muda hingga hari terakhir dinasnya di Juni 2025.

Sahabatnya dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), Sufrizal, menyebut Hj. Nelwati sebagai sosok yang tidak hanya pintar, tapi juga bersahaja. “Beliau itu tidak banyak bicara, tapi selalu ada. Setiap nasihatnya menyejukkan. Kami semua merasa kehilangan,” ungkapnya lirih.

Kini, langkah Hj. Nelwati meninggalkan ruang kelas, tapi namanya tetap tinggal di papan hati banyak orang. Ia menepi, bukan untuk berhenti, melainkan memberi ruang bagi kenangan tumbuh dan dikenang dengan rasa syukur. Tiga dekade lebih telah ia arungi bukan sekadar mendidik, tapi menyentuh jiwa. Maka, purnabaktinya adalah mahkota dari pengabdian yang paripurna.