April 22, 2026

HIMA PERSIS Nilai Polri Terukur Kawal Aksi Massa, Dorong Demokrasi Sehat

Oleh: joko

HIMA PERSIS Apresiasi Profesionalisme Polri, Serukan Penguatan Dialog Nasional, dari Jalanan ke Ruang Dialog, Puji Kinerja Polri Kawal Aksi Damai

Organisasi mahasiswa Islam ini menilai langkah Polri mengawal unjuk rasa akhir Agustus 2025 menunjukkan profesionalisme dan komitmen pada ruang demokrasi, HIMA PERSIS menegaskan pentingnya keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan stabilitas publik.

Apresiasi atas Sikap Profesional Aparat

http://suaraanaknegerinews.com | Jakarta – Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas kinerjanya dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil pada 25–31 Agustus 2025. Ketua Umum PP HIMA PERSIS, Sholahudin Hasan, menilai sikap aparat pada rangkaian aksi tersebut menunjukkan profesionalisme dan pengendalian situasi yang terukur.

“Kami menyaksikan bagaimana Polri berupaya mengawal jalannya aksi dengan pendekatan yang cukup bijaksana. Menjaga keamanan di tengah ribuan massa tentu bukan hal mudah. Namun selama beberapa hari itu, aparat berusaha menghindari benturan besar serta memastikan aspirasi publik tetap dapat disampaikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).

Ruang Demokrasi Harus Tetap Aman

Menurut Sholahudin, demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh apabila masyarakat merasa aman untuk bersuara. Dalam konteks tersebut, ia menilai kehadiran Polri bukan sekadar sebagai pengendali massa, melainkan penjaga ruang demokrasi.

“Demonstrasi adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Ketika aparat hadir dengan profesional dan proporsional, hak itu terlindungi tanpa mengorbankan stabilitas bangsa,” tambahnya.

Penegakan Disiplin dan Kredibilitas Institusi

Tak hanya itu, HIMA PERSIS juga memuji langkah cepat Polri menindaklanjuti dugaan pelanggaran prosedur oleh oknum aparat. Sholahudin menyebut respons cepat semacam ini menjadi kunci menjaga kredibilitas institusi kepolisian.

“Respons cepat untuk memproses oknum yang diduga melanggar prosedur menunjukkan komitmen institusi untuk profesional dan akuntabel. Ini langkah penting agar masyarakat semakin percaya kepada Polri,” tegasnya.

Menjaga Keseimbangan Demokrasi dan Ketertiban

Sholahudin menekankan bahwa dalam negara demokrasi, aparat keamanan kerap berada dalam posisi sulit—menjaga ketertiban umum di satu sisi, dan memastikan hak-hak rakyat di sisi lain. Profesionalisme Polri, katanya, menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Keseimbangan itu tidak mudah, tetapi kami melihat adanya ikhtiar serius dari Polri. Tentu ini patut diapresiasi,” pungkasnya.

#humaspolreskeptanimbar