April 16, 2026

Iman, Harapan, dan Kasih dari Kepulauan Tanimbar ke Filipina bersama RD. Domincs Baldawins Masriat

Oleh : joko

RD. Domincs Baldawins Masriat Ajak Mahasiswa Hidup dalam Kebijaksanaan dan Kasih

Manila, Filipina – Jumat, 11 Juli 2025
Bertempat di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST), Manila, Filipina, RD. Domincs Baldawins Masriat — imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia — tampil sebagai figur inspiratif dalam pelayanannya sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila.

Di tengah kesibukan akademik dan dinamika kehidupan kampus, kehadiran RD. Domincs memberikan ruang refleksi dan semangat baru bagi para mahasiswa. Melalui kegiatan Sejenak Sabda, ia membagikan pesan-pesan harian yang menyejukkan, membangun iman, dan menguatkan harapan umat, terutama kaum muda.

Refleksi Jumat – Sejenak Sabda

Dalam renungan Jumat, 11 Juli 2025 yang bertepatan dengan Peringatan Wajib St. Benediktus, Abas, RD. Domincs membawakan pesan sabda berdasarkan bacaan dari Kejadian 46:1-7.28-30 dan Matius 10:16-23. Berikut poin-poin permenungan yang ia sampaikan:

1. Percaya di Tengah Ketidakpastian

Dalam hidup, sering kali kita diperhadapkan pada situasi yang tidak menentu. Ketakutan dan kekhawatiran bisa melemahkan iman, namun RD. Domincs mengingatkan, “Jangan pernah biarkan ketakutan mematikan iman kita. Allah selalu menyertai.”

2. Bijak dalam Mengambil Keputusan

Menjelang kebijakan besar, penting untuk selalu bersandar pada doa. Ia menekankan pentingnya mencari kehendak Tuhan sebelum menentukan arah.

3. Kasih dan Pengampunan dalam Keluarga

“Tidak ada keluarga yang sempurna,” ujarnya. Namun, kehadiran kasih dan pengampunan akan memampukan keluarga melewati persoalan hidup bersama.

4. Bersyukur dalam Segala Hal

RD. Domincs mengajak umat untuk terus bersyukur setiap hari, karena Tuhan hadir dan berkarya bahkan di tengah tantangan yang berat.

5. Melayani dengan Kebijaksanaan

Setiap pelayan Tuhan, kata RD. Domincs, perlu memiliki hati yang murni dan bijaksana. Pelayanan bukan hanya soal aksi, tapi juga tentang kehati-hatian dan ketulusan hati.

6. Tetap Setia dalam Mewartakan Injil

Di tengah dunia yang sering kali menolak kebenaran Injil, ia mengajak umat untuk tidak menyerah. “Tetaplah mewartakan Injil dengan perkataan, tulisan, dan tindakan,” pesannya.

Doa Penutup dan Salam Kasih

Sebagai penutup refleksi, RD. Domincs mengajak seluruh umat berdoa:
“Ya Allah, berkatilah kami agar kami sungguh-sungguh hidup dalam kebijaksanaan dan kemurnian hati.”

Ia pun menutup dengan salam penuh kasih, mempersembahkan pelayanannya sebagai bentuk dedikasi bagi Tuhan dan umat-Nya.

Dari Tanimbar ke Manila: Misi Kasih yang Tak Terbatas

Pelayanan RD. Domincs Baldawins Masriat di Filipina menjadi bukti bahwa kasih Allah tidak mengenal batas geografis. Dari pulau-pulau kecil di ujung timur Indonesia, ia kini menjadi suara damai dan pengharapan di tengah komunitas internasional.

Keberadaannya di UST Manila bukan hanya sebagai pengajar atau pemimpin rohani, tetapi juga sebagai sahabat rohani bagi mahasiswa, menghadirkan kehangatan, bimbingan, dan inspirasi di tengah kehidupan akademik yang penuh tantangan.