April 22, 2026

“Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri”: Pesan Abraham Jaolath Soal Blok Masela

Oleh: joko

FGD RUPM Tanimbar: Menata Masa Depan Investasi dari Lautan Hingga Pariwisata, Blok Masela Jadi Pemicu Investasi, Tanimbar Susun Peta Jalan Pembangunan Berkelanjutan, Perencanaan Serius, Tanimbar Siapkan Kompas Pembangunan Menuju 2045

Tanimbar Menata Masa Depan Investasi

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 4 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kantor Bupati Saumlaki. Pertemuan ini melibatkan pimpinan OPD dan para pemangku kepentingan sebagai upaya menyamakan visi pembangunan. Tujuannya jelas: menyusun strategi investasi, sinkronisasi kebijakan, serta memastikan arah pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Blok Masela Sebagai Pemicu Pertumbuhan

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Abraham Jaolath, ST, menekankan pentingnya keseriusan pemerintah daerah dalam menyusun dokumen perencanaan terkait Blok Masela.

“Kalau kita tidak fokus dari awal, jangan sampai kita hanya jadi penonton di negeri sendiri. Blok Masela itu pemicu kuat bagi hadirnya investasi lain. Infrastruktur dasar sudah pasti terbangun, tapi bagaimana dengan sektor lain di luar blok? Itu yang perlu kita siapkan,” ujarnya.

Abraham menambahkan, Blok Masela tidak hanya menyangkut eksplorasi gas, tetapi juga akan berdampak luas pada sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga peternakan. “Kalau perencanaan kita baik, daerah ini akan cepat berkembang karena sudah ada kompas yang jelas untuk berjalan,” tegasnya.

0-0x0-0-0#

Dokumen Sebagai Kompas Pembangunan

Menurut Abraham, perencanaan tata ruang dan dokumen regulasi menjadi instrumen vital. Ia mencontohkan, Desa Lermatang, Kota Saumlaki, dan Larat kini sudah memiliki dokumen tata ruang yang memungkinkan proses izin investasi selesai hanya dalam sehari.

“Kalau orang mau berinvestasi, tinggal buka lokasi sesuai peruntukan, selesai. Tidak repot. Inilah pentingnya dokumen perencanaan,” jelasnya.

Lebih jauh, Abraham menyinggung pentingnya memikirkan hubungan antar-negara. Menurutnya, Saumlaki sangat potensial menjadi pintu masuk jalur investasi ke Australia melalui transportasi laut cepat.

Investasi Harus Pro-Rakyat

Sementara itu, Asisten II Bupati Kepulauan Tanimbar, Agustinus Songopnuan, ST, mengingatkan bahwa perencanaan investasi tidak boleh mengorbankan masyarakat.

“Rencana aksi harus dituangkan dalam renstra. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, koperasi, bumdes, dan UKM harus jadi prioritas,” tegasnya.

FGD juga merumuskan arah penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Tanimbar, yang mencakup:

  1. Identifikasi kondisi umum dan isu strategis.
  2. Perumusan visi, misi, tujuan, dan sasaran investasi.
  3. Penyusunan strategi dan kebijakan investasi wilayah.
  4. Penyediaan roadmap jangka pendek, menengah, dan panjang.

Fokus Investasi Tanimbar

Berdasarkan diskusi, fokus investasi utama Kabupaten Kepulauan Tanimbar meliputi:

  • Energi: Blok Masela (gas bumi) dan energi terbarukan (surya, angin, gelombang laut).
  • Pertanian, Perkebunan, Perikanan: Agroindustri, cold storage, dan ekonomi biru.
  • Pariwisata: Pantai, diving, ekowisata kelas dunia, dan pelestarian budaya.
  • Infrastruktur: Bandara, pelabuhan, jalan, telekomunikasi, dan listrik.

Plt. Kepala DPMPTSP Tanimbar, Yongki Souisa, A.STP, menegaskan perlunya belajar dari pengalaman investasi di IKN. “Perencanaan harus matang agar Blok Masela memberi manfaat besar bagi masyarakat Tanimbar,” katanya.

0-0x0-0-0#

Tantangan yang Harus Dijawab

Meski kaya potensi, Tanimbar menghadapi sejumlah tantangan investasi, antara lain:

  • Infrastruktur yang belum merata dan masih terpusat di Saumlaki.
  • Investasi domestik maupun asing yang belum optimal di sektor primer.
  • Konektivitas antar-pulau terbatas, sehingga distribusi produk dan pariwisata terkendala.

Meski demikian, forum ini menegaskan komitmen Pemkab Tanimbar untuk menyiapkan dokumen perencanaan berkualitas. Harapannya, RUPM Tanimbar bisa menjadi role model bagi Provinsi Maluku, sekaligus “kompas pembangunan” menuju Tanimbar yang lebih maju hingga 2045.