April 23, 2026

MINGGU 31/8/2025
Hari Minggu Biasa XXII (H)
– Sirakh 3:17-18.20.28-29
– Ibrani 12:18-19.22-24a
– Lukas 14:1.7-14

Hari ini kita mendengarkan bacaan Kitab Suci yang mengingatkan bahwa orang yang disayangi dan dikaruniai Tuhan adalah orang yang sopan, yang ramah dan yang rendah hati. Juga yang selalu melayani orang-orang yang hina-dina (bdk. Sirailkh 3:17-18.20.28-29).

Orang-orang yang benar-benar hidup dalam Kristus membuat orang itu mampu saling memperhatikan, saling mendukung, saling menguatkan, mampu membawa damai & KERENDAHAN HATI dalam hidup bersama orang lain (bdk. Lukas 14:1.7-14).

Saudari – saudara terkasih. Keinginan hati untuk dihargai dan dihormati oleh orang lain itu wajar sebagai manusia. Tetapi kalau mencari-cari hormat dengan perilaku yang tidak menyenangkan orang lain maka ingin dihargai dan dihormati menjadi tidak wajar. Malah memalukan dan merendahkan diri sendiri.

Almarhum Paus Fransiskus memilih hidup di rumah sederhana, naik mobil sederhana, menolak fasilitas-fasilitas mewah untuk bersolider dengan orang-orang kecil. Walaupun Paus mempunyai jutaan umat yang mampu menjaminnya, tetapi tampak umat lebih kagum dengan sikap kesederhanaan Paus itu (bahkan orang lain pun kagum tanpa diminta).

Juga ada umat-umat Katolik yang hidupnya boleh dibilang serba ada, tetapi mereka berusaha hidup sederhana dan bahkan memiliki rasa solidaritas sosial yang tinggi untuk membantu orang-orang lain yang berkekurangan. Kepunyaannya tidak membuat mereka menjadi tinggi hati tetapi tetap rendah hati. Itulah yang dimaksud Yesus barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan; tetapi siapa meninggikan diri akan direndahkan.

Semoga hari ini kita lebih suka hidup menurut ajaran Kristus dan para rasul. Kita lebih suka saling mendukung daripada saling menjatuhkan, karena kita juga pasti jatuh kalau orang lain jatuh. Kita lebih suka menjadi orang yang rendah hati, karena rendah hati akan membuat kita lebih terhormat, tanpa minta dihormati. Tuhan berkati. Amin.

P. Felix Amias MSC
KEPI – Kabupaten Mappi
Propinsi Papua Selatan
Sunday, August 31, 2025