Embun di Tanah Tertutup
Yusufachmad Bilintention
Penggalan memori menyeruak,
lidah yang dikuasai nafsu
melontarkan kata tanpa hormat,
menyebut keyakinanku rapuh.
Ia menuding junjunganku
bagai bayang sayup di langit senja.
Namun kutahu, itu hanyalah jalan sesat,
ilmu redup tanpa pijakan.
Keyakinanku tetap satu,
seperti akar menancap dalam tanah.
Hanya mata tertutup salah ucap,
hanya hati lalai lupa pada-Nya.
Apakah ia kira Yang Maha
serupa bayangan sempit pikirannya?
Padahal kasih-Nya menjelma embun,
menyentuh tanah kering,
menumbuhkan harapan yang tak pernah padam.
Dan aku pun tahu,
tempurung itu akan pecah,
membuka langit luas
tempat cahaya tak bisa ditutup.
Surabaya, 21-4-2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly