February 11, 2026

“Kasih Allah dalam Kerapuhan Manusia: Pesan Rohani RD. Domincs dari Manila”

 

Oleh : joko

“Melayani dengan Rendah Hati: Renungan RD. Domincs Baldawins Masriat di Tengah Studi di Filipina”

Dalam suasana Pesta St. Yakobus Rasul, RD. Domincs Baldawins Masriat mengajak umat untuk merefleksikan makna kelemahan, pelayanan, dan kerendahan hati sebagai jalan menuju kemuliaan sejati.

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Jumat 25 Juli 2025 – Di tengah kesibukan akademik dan ritme keras kehidupan mahasiswa, RD. Domincs Baldawins Masriat, Imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, menyampaikan sebuah sapaan rohani yang menyentuh hati umat.

Bertempat di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, RD. Domincs, yang kini menjabat sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, membagikan renungan bertajuk “Sejenak Sabda” bertepatan dengan Pesta St. Yakobus Rasul.

Liturgi Hari Ini: Kekayaan Sabda dalam Kesederhanaan Bejana

Dalam liturgi hari itu, dua bacaan suci menjadi sumber permenungan:

  • Bacaan I: 2 Korintus 4:7–15
  • Injil: Matius 20:20–28

Kedua bacaan tersebut menggambarkan dua sisi kehidupan kristiani yang kontras namun saling menguatkan: kerapuhan manusia dan kekuatan kasih Allah, serta kerendahan hati dalam pelayanan sebagai jalan menuju kemuliaan.

Bejana Tanah Liat: Lemah Namun Tidak Binasa

Dalam renungannya, RD. Domincs membuka pesan pertama dengan menyentuh sisi manusiawi kita yang penuh keterbatasan:

Kita bagaikan bejana tanah liat yang rapuh, lemah, dan mudah pecah. Namun jangan takut dan khawatir, karena dalam kelemahan kita, Tuhan hadir menguatkan. Kita mungkin ditindas, namun tidak terjepit; habis akal, namun tidak putus asa; dianiaya, namun tidak ditinggalkan; dihempaskan, namun tidak binasa.

Sebuah pengingat yang begitu relevan bagi banyak umat yang sedang menghadapi tekanan hidup, perjuangan batin, dan tantangan zaman yang tak ringan.

Kemuliaan Tidak Terletak pada Jabatan, Melainkan pada Kerendahan Hati

Pesan kedua dari RD. Domincs mengajak kita menyelami makna kemuliaan yang sejati:

Kemuliaan di hadapan Allah bukan terletak pada jabatan atau kekuasaan, tetapi pada kerendahan hati dan pelayanan yang tulus.

Dalam dunia yang kerap menjunjung tinggi posisi, gelar, dan status, RD. Domincs mengajak umat untuk membangun karakter pelayan yang rendah hati.

Semakin tinggi posisi seseorang, seharusnya semakin besar pula kerelaan untuk melayani dan tidak hanya dilayani.

Doa Penutup: Memohon Hati yang Rendah

Renungan ini diakhiri dengan doa yang sederhana namun mengandung makna mendalam: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami senantiasa hidup rendah hati di hadapan-Mu dan sesama kami.”

Sebuah ajakan untuk hidup dalam kesadaran akan kasih Tuhan yang menyertai kerapuhan kita dan mendorong kita menjadi pribadi yang melayani dengan kasih.

Salam Kasih dari Tanah Rantau

Meski jauh dari tanah air, semangat pelayanan dan suara kasih RD. Domincs Baldawins Masriat tetap hadir untuk umat, khususnya dari Kepulauan Tanimbar yang menjadi tanah kelahirannya.

Renungan dari Manila ini menjadi jembatan spiritual yang meneguhkan dan menyegarkan, seakan menghadirkan pelukan hangat dari seorang gembala yang selalu mendoakan umatnya.