April 26, 2026

Kembali Melongok Mural di George Town

Laporan Swary Utami Dewi

Selama setengah hari, pada Sabtu, 24 Mei 2025, saya menjelajah kota tua George Town. Tujuan utamanya adalah menikmati seni karya jalanan unik di tembok-tembok bangunan tua di kota antik itu. Meski bukan pertama kali mengunjungi kota ini, selalu ada perasaan magis untuk kembali menikmati mural unik di ibukota Penang, Malaysia, tersebut.

Keberadaan Mural Street Art tersebut berawal dari kegiatan George Town Festival pada tahun 2012. Seorang seniman asal Lithuania, yaitu Ernest Zacharevic, sengaja diundang untuk menyulap dinding-dinding tua, yang sudah mulai termakan usia, dengan mural interaktif. Hasilnya adalah karya-karya yang tampak hidup, yang mampu “berbaur” dengan aktifitas masyarakat setempat. Karya Zacharevic tersebut kemudian menginspirasi seniman-seniman lokal untuk membuat karya yang kurang lebih sama. Maka ada cukup banyak mural yang bisa ditemui di beberapa lokasi di kota tua George Town itu.

Selain tampilan mural semarak, yang juga mampu membuat kita merenung, di kota tersebut ditemui banyak bangunan tua peninggalan kolonial Inggris. Bangunan tersebut hampir semua masih berfungsi dengan baik. Ada yang tetap menjadi kantor-kantor pemerintah atau beralih fungsi sesuai peruntukan masing-masing.

Trakhir, jika Anda merasa lapar atau haus setelah melihat mural unik dan keanggunan bangunan-bangunan masa kolonial, tersedia banyak kedai, restoran, atau kafe, yang menyajikan berbagai cita rasa kuliner khas Penang, yang sudah sangat terkenal. Maka tidak heran, jika Penang selalu menjadi tempat yang dirindukan.