April 26, 2026

Renungan  P. Felix Amias MSC

Semua bangsa, semua kelompok masyarakat (apa pun namanya) atau bahkan setiap orang ingin hidup damai, bahagia dan selamat. Tapi seribu sayang, cita-cita semulia itu kadang diusahakan dengan tindakan yang tidak mendukung.

Orang mau damai, tetapi justru melakukan tindakan yang menimbulkan tidak damai. Orang mau bahagia, tapi justru melakukan hal yang tidak membahagiakan. Orang mau selamat, tapi justru melakukan perbuatan yang mencelakakan. Cita-cita dan kelakuan tidak klop/ tidak konek/ tidak se-frekuensi. Maka hidup pun penuh kesusahan yang berkesudahan.

Hari ini, Yesus bersabda: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bila tidak menuruti firman-Ku maka itu tanda bahwa orang itu tidak mengasihi Aku. Firman yang Kusampaikan itu dari Bapa, sehingga apabila kamu taat, maka kamu akan tinggal dalam kasih & akan hidup dalam damai…” (baca: Yohanes 14:23-29).

Maka, ada beberapa sikap dan tindakan (inspirasi dari bacaan Kitab Suci hari ini) yang mutlak diperlukan dan dilakukan untuk membangun hidup yang penuh kasih dan Damai:

– Taat dalam beriman (tidak mudah goyah) ketika ada bujuk rayu yang ingin menyesatkan.

– Hidup menurut firman Tuhan (tidak hidup medilakukaka) seolah-olah itu kehendak Tuhan atau karya roh padahal bukan (karena tidak berdampak kasih dan damai).

– beriman menurut iman para rasul (tidak beriman menurut pikiran sendiri) karena para rasul yang hidup bersama Yesus dan mewariskan iman, makanya tiap saat kita berdoa: AKU PERCAYA (syahadat Para Rasul).

Tidak menghalangi orang lain untuk mendapatkan hidup yang baik, karena iman itu tidak membedakan sunat atau tidak sunat. Tidak membedakan Yahudi atau bukan Yahudi. Tidak membedakan ini atau itu. Yang penting itu taat pada Firman, saling mengasihi dan hidup dalam damai sejahtera. Semoga Tuhan menolong. Amin.

P. Felix Amias MSC
TANAH MERAH – Boven Digoel
Propinsi Papua Selatan
Sunday, May 25/5/2025