“Kopdes Merah Putih: Ambisi di Tengah Krisis, Efisiensi Jadi Korban”
Oleh Paulus Laratmase
–
Dalam konteks pengelolaan keuangan daerah, Belanja Tidak Terduga (BTT) adalah instrumen yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani kondisi darurat yang bersifat sangat mendesak—seperti bencana alam, gangguan kesehatan masyarakat, hingga kerusakan infrastruktur kritis. Penggunaannya jelas: harus untuk situasi luar biasa yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Sayangnya, kini muncul kekhawatiran serius terkait penyimpangan makna dari BTT dan APBD secara keseluruhan.
Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih—yang dalam narasi resminya diklaim sebagai upaya penguatan ketahanan desa dan nasionalisme—justru menimbulkan pertanyaan besar. Di tengah dorongan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal yang mendera banyak daerah, alokasi dana untuk proyek ini terkesan tidak relevan dan jauh dari urgensi yang dimandatkan dalam penggunaan BTT maupun struktur belanja daerah lainnya.
Proyek ini terlihat terlalu ambisius dan tidak sensitif terhadap kondisi fiskal yang sedang tertekan. Apakah negara memang memiliki ruang fiskal untuk membiayai struktur baru yang belum tentu efektif dalam menjawab persoalan riil masyarakat desa? Dalam banyak kasus, inisiatif seperti ini hanya membuka ruang baru untuk pemborosan dan potensi penyalahgunaan anggaran, apalagi bila tidak disertai dengan transparansi dan mekanisme evaluasi yang ketat.
Lebih mengkhawatirkan, jika praktik seperti ini menjadi pola berulang—menggunakan dalih darurat atau “kepentingan strategis” demi melegitimasi anggaran yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan nyata masyarakat—negara perlahan masuk dalam jebakan ketidakefisienan sistemik. Risiko kolapsnya kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan pun bukan hal yang mengada-ada.
Sudah saatnya pemerintah, baik pusat maupun daerah, kembali pada substansi penganggaran yang akuntabel dan proporsional. Setiap rupiah dalam APBD harus digunakan sesuai kebutuhan riil, bukan ambisi politis sesaat. Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, efisiensi bukan sekadar jargon, tapi fondasi keberlangsungan negara.