Langkah Menuju Prestasi : Tiga Siswa Siap Harumkan Nama MAN Kota Sawahlunto di Ajang CCKS Tingkat Nasional
SAWAHLUNTO, 6 Oktober 2025 Mengiringi langkah tiga siswi terbaik dari MAN Kota Sawahlunto yang tengah menapaki jejak awal menuju ajang bergengsi berskala nasional. Aniza Putri Pratama, Andini Septcylino, dan Siti Meryzqa Fathin Zahrah tiga nama yang kini penuh semangat mengikuti technical meeting Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) tingkat SLTA se-Indonesia, sebuah kompetisi yang tak hanya menguji kecerdasan, tapi juga menumbuhkan cinta terhadap sistem keuangan Islam yang adil dan bermartabat.
Didampingi oleh guru pendamping mereka, Nurmala Dewi, sosok pendidik yang dikenal penuh dedikasi dan kelembutan, ketiganya melangkah mantap memasuki Ruang Labor TIK, Technical meeting yang berlangsung secara daring itu bukan sekadar pertemuan teknis, melainkan sebuah jendela awal menuju arena kompetisi yang mengasah intelektualitas, kerja sama tim, dan integritas dalam menjunjung nilai-nilai syariah.
Kompetisi CCKS ini digelar oleh otoritas keuangan syariah nasional dalam rangka mencetak generasi muda yang cakap dan melek terhadap dunia keuangan Islam. Ratusan tim dari seluruh pelosok Nusantara turut ambil bagian, menyatukan semangat anak-anak bangsa dari Sabang hingga Merauke dalam satu wadah perjuangan intelektual. Di tengah persaingan yang ketat itu, kehadiran MAN Kota Sawahlunto menjadi simbol bahwa dari kota kecil nan bersejarah, cahaya kecemerlangan bisa memancar terang.
Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro saat di temui di ruang kerjanya menyampaikan apresiasi dan Motivasi kepada ketiga peserta, dan juga menyampaikan agar mengikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh- sungguh , semoga bisa membawa nama baik MAN Kota Sawahlunto di kancah Nasional.
Ketiganya bukan hanya sekadar pelajar biasa. Aniza Putri Pratama dikenal dengan ketajaman analisis dan sikap tenangnya saat menyelesaikan soal-soal kompleks. Andini Septcylino memiliki kekuatan dalam komunikasi dan argumentasi yang memikat, sementara Siti Meryzqa Fathin Zahrah adalah jantung ketenangan tim, si penjaga ritme yang menyeimbangkan energi dan emosi. Mereka bertiga bagaikan untaian mutiara dalam satu kalung emas: saling menguatkan, saling melengkapi.
Nurmala Dewi, sang guru pendamping, tak sekadar menjadi pembimbing teknis. Ia adalah inspirasi dan lentera yang menuntun langkah mereka dengan cinta dan kesabaran. Ia memahami bahwa sebuah keberhasilan tak hanya datang dari kecerdasan, melainkan juga dari keikhlasan dan keteguhan niat.
Kehadiran mereka dalam technical meeting ini menandai bahwa MAN Kota Sawahlunto tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai penantang tangguh yang siap mengukir prestasi. Dalam sunyi lantai madrasah yang bersahaja, semangat mereka berkobar nyala, membawa nama kota tambang tua ini ke panggung nasional dengan penuh harga diri.
Semoga langkah awal ini menjadi permulaan dari perjalanan panjang yang gemilang. Dan semoga pula, dari Sawahlunto yang hening ini, terbitlah sinar perubahan yang akan menerangi wajah masa depan keuangan syariah Indonesia.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB