Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Laus D.C. Rumayom Founder APS dan Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Cenderawasih Papua Jadi Pembicara pada Forum Sasakawa Peace Foundation dan Peneliti Jepang untuk Indonesia di Tokyo

Laporan APS Jepang

 

Tokyo – Jumat, 08 November 2025 — suaraanaknegerinews.com|Laus D.C. Rumayom, Founder Analisis Papua Strategis dan APS Center for Development and Global Studies, yang juga merupakan Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih Papua, diundang menjadi pembicara dalam forum Sasakawa Peace Foundation bersama para peneliti Jepang untuk Indonesia.

Foto bersama Pimpinan Sasakawa Peace Foundation dan Peneliti Jepang untuk Indonesia di Kantor Pusat SPF Tokyo Jepang.

Forum diskusi tersebut dihadiri oleh pimpinan Sasakawa Peace Foundation, Maho Nakayama, selaku Director Peacebuilding Program, didampingi oleh Jin Fujimoto sebagai moderator. Hadir pula sejumlah peneliti Jepang untuk Indonesia, antara lain Professor Jun Honna (Politics and International Relations in Southeast Asia, Indo-Pacific Strategic Affairs, Non-Traditional Security, Democratization, Civil-Military Relations/Security Sector Reform, Ritsumeikan University), Professor Tadashi Ogawa, Ph.D (Faculty of Letters, Department of Humanities, Atomi University), Yuji Mizuno, M.A (Institute of Developing Economies Japan), serta Rosita Dewi, Ph.D, peneliti BRIN dari Kyoto University.

Laus D.C. Rumayom didampingi oleh Dr. Richard Patty (Direktur Riset APS CDGS/Center for Development and Global Studies), Stephanus Sremere (Sekretaris CDGS), dan Sonni Lokobal (Ketua APS Papua Pegunungan). Dalam paparannya, Laus menekankan bahwa kemitraan Indonesia–Jepang memiliki sejarah panjang dalam hubungan bilateral, budaya, dan politik. Karena itu, perkembangan serta dampak dari kemitraan ini perlu dievaluasi dan direvitalisasi agar selaras dengan dinamika dan situasi global saat ini.

Terkait isu pembangunan di Tanah Papua, Laus D.C. Rumayom menjelaskan bahwa mengacu pada 8 Hasta Cita Presiden Prabowo, yang menindaklanjuti semangat Inpres No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat serta Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua, diperlukan formula pembangunan Papua yang tepat. Dalam semangat percepatan pembangunan Papua, dibutuhkan Paradigma Baru, Lompatan Baru, dan Pendekatan Baru, yakni pendekatan antropologis dan sosiologis. Lebih lanjut, Laus menyampaikan bahwa Papua membutuhkan formula pembangunan berbasis geopolitik dan geostrategi dalam menghadapi era Indo-Pasifik, sebab Papua adalah masa depan Indonesia dan dunia.

Partisipasi Laus D.C. Rumayom dalam forum bergengsi ini menandai semakin kuatnya peran akademisi Papua dalam diplomasi pengetahuan global. Kehadiran para pakar lintas negara menunjukkan komitmen bersama untuk memandang Papua bukan semata dari perspektif lokal, melainkan sebagai bagian penting dari arsitektur strategis Indo-Pasifik yang menuntut keadilan pembangunan, kolaborasi lintas budaya, serta penghormatan terhadap kearifan lokal sebagai dasar bagi perdamaian yang berkelanjutan.

Editor: Paulus Laratmase