MAN Kota Sawahlunto Gelar Dzikir dan Do’a Untuk Kesuksesan TKA Kelas XII
SAWAHLUNTO, Jum’at 31 Oktober 2025 Di bawah langit pagi yang tenang, ketika embun masih menempel di dedaunan halaman madrasah, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an bergema lembut dari lapangan MAN Kota Sawahlunto. Suara itu merambat pelan, menembus dinding waktu, menghadirkan suasana teduh yang menyelimuti seluruh penjuru ruang. Hari itu bukan hari biasa sebab di sanalah, seluruh civitas akademika MAN Kota Sawahlunto berhimpun dalam satu majelis suci: Dzikir dan Do’a Bersama untuk Kesuksesan TKA Kelas XII.
Kegiatan yang digelar dengan penuh khidmat ini menjadi momentum spiritual yang mendalam bagi para siswa kelas XII yang sebentar lagi akan menapaki ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebuah gerbang awal menuju masa depan yang mereka cita-citakan.
Yang menjadikan kegiatan ini begitu istimewa adalah karena dzikir dan do’a dipimpin langsung oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, sosok yang tidak hanya memimpin dengan kebijakan, tetapi juga menuntun dengan kasih dan keteladanan. Dalam balutan busana Songket yang sederhana namun berwibawa, beliau memimpin jamaah dengan suara tenang dan penuh keikhlasan.
“Anak-anakku, keberhasilan bukan hanya milik mereka yang pandai menghitung dan menulis. Keberhasilan adalah milik hati yang bersih, niat yang tulus, dan langkah yang disertai doa,” tutur Dafril dalam tausiyahnya yang menyentuh hati
Kalimat demi kalimat mengalir lembut, menembus kesunyian ruangan yang penuh harap. Ratusan siswa duduk bersila, menundukkan kepala, sementara air mata beberapa di antaranya jatuh perlahan, seiring lantunan dzikir yang membangkitkan rasa syukur dan tawakal.
Suasana menjadi semakin syahdu ketika seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengangkat kedua tangan, bermunajat bersama, memohon agar perjalanan para peserta didik Kelas XII menuju ujian diberkahi kemudahan dan kesuksesan. Do’a itu menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan, antara usaha dan keyakinan.
Kepala Madrasah Dafril Tuanku Bandaro juga berpesan agar setiap siswa memaknai ujian bukan sebagai beban, tetapi sebagai proses menempa diri.
“TKA bukan sekadar ujian kemampuan akademik, tetapi juga ujian keteguhan hati. Di sanalah kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab diuji. Maka hadapilah dengan doa, dengan senyum, dan dengan keyakinan bahwa Allah tidak pernah tidur atas setiap usaha hamba-Nya.”
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan shalawat Nabi yang menggema penuh semangat. Dalam suasana religius yang begitu kental, tampak jelas wajah-wajah muda yang kini berseri—seolah kelelahan belajar selama ini menemukan maknanya.
“Mereka bukan sekadar murid. Mereka adalah amanah. Dan hari ini, kami menyerahkan mereka kembali kepada Allah dengan doa, semoga setiap langkah mereka berbuah keberhasilan dan keberkahan.”
Dzikir dan do’a bersama itu berakhir dengan nuansa yang menenangkan. Cahaya matahari menembus jendela, menari di lapangan , seolah menjadi simbol harapan baru bagi para pejuang muda madrasah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, MAN Kota Sawahlunto sekali lagi menegaskan jati dirinya: madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah yang menumbuhkan iman, membentuk akhlak, dan mengantarkan generasi menuju masa depan dengan cahaya ilmu dan keberkahan doa.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB