Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian

Tausiah Religi
Rasulullah ﷺ Bersabda :
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) .
==============
KULIAH SHUBUH
Jumat , 28 Desember 2025 (07 Jumadil Akhir 1447 H)

Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Tidak henti – hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam; karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hamba- hamba-Nya.
Semoga kita selalu termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya serta berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita.

Dan tentunya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat berbagai kehidupan yang masih diberikan kepada kita.
Sehingga pada kesempatan ini kita masih dapat beribadah kepada – Nya, dapat mengingat-Nya, serta memuji-Nya.

Pujian hanya layak dimiliki oleh Allah. Alhamdulillah; segala puji hanya milik Allah. Sungguh tidaklah pantas bagi manusia untuk mengharapkan pujian, tidak pantas bagi manusia untuk merasa telah berjasa, karena sungguh sejatinya segala pujian hanya milik Allah semata.

Terlebih dahulu marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, taqwa dalam arti senantiasa berupaya dan berusaha untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan kondisi dengan cara senantiasa berdzikir dan melaksanakan segala perintahNya.

Taqwa dalam arti kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap persoalan yang kita hadapi dengan cara berdoa, memohon pertolongan dan bermunajat kepadaNya.
Sehingga akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan dalam setiap kehidupan kita.

Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada – Nya; dan janganlah sekali – kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS.3 Ali Imran : 102)

Dan tentunya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad ﷺ beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Mari kita merenung sejenak tentang apa yang terjadi di sekitar kita saat ini.
Sudah banyak orang yang meninggal, tidak sedikit di antara mereka adalah saudara kita, tiba tiba sahabat kita meninggal dunia, siapa saja dan kapan atau di mana saja bisa meninggal dunia.
Karena setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Kematian adalah sesuatu yang pasti kita hadapi.
Sesuatu yang menjadi gerbang dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat adalah kematian.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 28, Allah berfirman:
Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian Allah mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada – Nyalah kamu dikembalikan.

Dalam Tafsir Ibn Katsir, dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan akan kekuasaan Allah dan sungguh aneh orang yang ingkar kepada Allah sementara manusia awalnya tiada, lalu Allah menjadikannya ada di muka bumi ini.
Ayat ini juga menunjukkan bahwa kita semua pasti mati.
Dan kita semua pasti akan dibangkitkan kembali setelah kematian itu.

Maka apa saja kewajiban kita dalam kehidupan ini sebagai persiapan diri kita sebelum menghadapi kematian?
Tentunya ada banyak hal.
Namun setidaknya ada tiga hal yang akan kita bahas pada kesempatan berharga ini.

>1. Pertama, beramal sebaik mungkin.
Dalam surat Al-Mulk ayat 1-2, Allah berfirman :
>a. Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
>b. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Seperti apakah amalan yang terbaik itu?
Salah satu indikatornya adalah, pekerjaan itu dilakukan dengan istiqamah.

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah yang rutin atau berkelanjutan, meskipun itu sedikit.

Beramal sebaik mungkin juga berarti bahwa pekerjaan itu kita lakukan dengan seikhlas mungkin, semaksimal mungkin dan dengan sesempurna mungkin.
Baik dalam interaksi kita kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dalam tiap amal kita patrikan dalam diri kita bahwa bisa jadi itu adalah amal terakhir kita.

>2. Yang kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya.
Di antara yang dapat kita persiapkan adalah dengan memperbanyak amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta mendidik anak kita menjadi anak yang saleh yang dapat mendoakan kita kelak. Sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ .

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,:
”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendo’akan orang tuanya. (HR. Muslim).

>3. Yang ketiga, berdoa agar diberikan husnul khatimah.
Apakah itu husnul khatimah?
Di antara tanda utama husnul khatimah ialah apabila ia mengucap kalimat “laa ilaaha illallaah” di akhir hayatnya.
Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk Surga.”

Indikator lainnya dari seorang yang husnul khatimah apabila ia mengerjakan pekerjaan baik di akhir hidupnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.
Para sahabat bertanya;
Bagaimana membuatnya beramal?
Beliau menjawab: Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal”.
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Selain berusaha dengan segenap amal shaleh untuk mencapai husnul khatimah, kita juga harus selalu berdo’a agar Allah mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.

Akhirnya, semoga kita menjadi hamba Allah yang berhasil dalam mempersiapkan kehidupan kita, yang mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dan Allah menjadikan kita sebagai orang – orang yang wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Ya Allah , jadikanlah kami orang-orang yang istiqamah dijalan-Mu,
Anugrahkanlah segala kemuliaan-Mu kepada hamba – Mu ini.

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته