Misa Pagi Bersama Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu: “Berbagi Kasih untuk Orang-Orang Hebat”
Oleh : Joko
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 17 Juni 2025 – Suasana pagi yang sejuk menyelimuti Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Di tengah kesederhanaan itu, Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, memimpin perayaan Ekaristi dengan penuh syukur dan cinta kasih, mengusung tema: “HKY Pung Carita: Berbagi Kasih untuk Orang-Orang Hebat.”
Dalam renungan usai Misa, Pastor Ponsianus menyampaikan ungkapan hati yang menyentuh—sebuah refleksi atas kehadiran “orang-orang hebat” di sekitarnya yang setia melayani Tuhan dalam kesederhanaan dan pengabdian tulus.
Para Koster: Pejuang Sunyi di Balik Altar
Pastor Ponsianus memberi apresiasi khusus kepada para koster paroki. Mereka adalah sosok-sosok setia yang setiap hari membunyikan lonceng Angelus, mempersiapkan altar untuk Misa harian, membantu pelayanan sakramen untuk orang sakit, serta setia mendampingi umat di lingkungan dan kelompok rukun.
“Betapa aku pantas bersyukur karena Tuhan mengirim mereka untuk membantu karya pelayanan-Nya. Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki hati dan komitmen sejati dalam melayani Tuhan,” ungkap Pastor Ponsianus dengan mata berbinar.
Benja dan Risky: Dua Anak Hebat, Dua Harapan Masa Depan
Selain para koster, perhatian penuh kasih juga diberikan kepada dua anak binaan paroki: Benja dan Risky.
Keduanya menjalani hidup penuh tantangan sejak kecil. Benja telah kehilangan ibu tercinta, sementara sang ayah pergi entah ke mana.
Begitu pun Risky yang ditinggal kedua orang tuanya tanpa kejelasan. Kini, mereka berdua berada dalam asuhan Panti Alma Saumlaki.
“Kami berjanji menghidupi dan menyekolahkan mereka agar kelak mereka tumbuh menjadi anak-anak sukses, menggapai cita-cita yang mereka impikan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar gereja ini,” tutur Pastor Ponsianus dengan penuh harapan.
Doa untuk Orang-Orang Hebat
Misa pagi itu ditutup dengan doa indah yang dipanjatkan bersama umat, diilhami oleh St. Agustinus:
“Allah Roh Kudus, bernafaslah dalam diriku, agar segala pikiranku menjadi kudus. Bertindaklah dalam diriku, agar karyaku menjadi kudus juga. Tariklah hatiku pada-Mu, agar aku hanya mencintai yang kudus. Kuatkanlah aku, agar aku sanggup mempertahankan yang kudus, dan jagailah aku agar aku selalu hidup dalam kekudusan.”
Pastor Ponsianus pun menegaskan: “Tuhan sayang katong semua.” Sebuah ungkapan sederhana namun penuh makna, yang menegaskan kasih Allah bagi seluruh umat, tanpa kecuali.
Makna Kesederhanaan dalam Pelayanan
Momen ini menjadi pengingat bahwa karya pelayanan bukan hanya milik para imam di altar, tetapi juga hasil dari pengabdian tulus para koster dan perhatian gereja terhadap anak-anak yang membutuhkan kasih dan harapan. Mereka semua adalah “orang-orang hebat” dalam mata Tuhan.
Semoga semangat pelayanan dan kasih yang sederhana ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat di Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat dan masyarakat Kepulauan Tanimbar pada umumnya.