RD. Domincs Baldawins Masriat Sampaikan Pesan Kasih dan Kemurahan Hati dari Central Seminary UST Manila
Oleh : Joko
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, 17 Juni 2025 – Dari Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, sapaan rohani penuh makna datang dari putra asli Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, RD. Domincs Baldawins Masriat.
Dalam kapasitasnya sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, Romo Domincs menyampaikan renungan harian yang mengajak umat Katolik di mana pun berada untuk kembali meneguhkan hidup dalam kasih dan kemurahan hati, sesuai ajaran Kristus.
Sejenak Sabda: Kemurahan Hati dan Kasih Tanpa Batas
Dalam Sejenak Sabda edisi Selasa, 17 Juni 2025, RD. Domincs mengajak seluruh umat merenungkan dua pesan penting dari bacaan liturgi hari ini, yang diambil dari 2 Korintus 8:1-9 dan Injil Matius 5:43-48.
“Semoga kasih Allah memberkati kita selalu,” ungkap Romo Domincs membuka pesannya, seraya mengajak umat untuk merenungkan makna sejati kemurahan hati.
Pesan Pertama: Bermurah Hati dari Ketulusan, Bukan Kelimpahan
“Hidup dalam kemurahan hati adalah panggilan bagi kita semua, umat Kristiani. Bermurah hati tidak ditentukan dari seberapa besar harta yang kita miliki, melainkan dari seberapa tulus hati kita untuk mengasihi dan membantu sesama,” pesannya.
Menurut RD. Domincs, kemurahan hati bukanlah tindakan menunggu sampai kita kaya, tetapi tentang memberi dari apa yang ada pada kita saat ini. Sikap inilah yang menjadi cermin keutamaan seorang pengikut Kristus.
Pesan Kedua: Mengasihi Juga Mereka yang Membenci
Pesan berikutnya yang disampaikan Romo Domincs sungguh menyentuh. Ia menegaskan bahwa kasih sejati harus melampaui batas kenyamanan pribadi.
“Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengasihi semua orang, termasuk mereka yang membenci atau memusuhi kita. Inilah jalan menuju kesempurnaan, sebagaimana Allah mengasihi tanpa membeda-bedakan,” ungkapnya.
Meskipun berat dan menantang, RD. Domincs mengingatkan bahwa inilah konsekuensi nyata menjadi murid Kristus: mempraktikkan kasih yang radikal, bahkan kepada musuh sekalipun.
Doa Penutup: Memohon Kekuatan untuk Mengasihi Tanpa Batas
Di akhir refleksinya, RD. Domincs mengajak umat untuk berdoa:
“Ya Allah, bantulah kami agar kami senantiasa mampu untuk mengasihi sesama kami. Bukan hanya kepada mereka yang baik kepada kami, tetapi juga kepada mereka yang membenci kami.”
Menjadi Saksi Kasih di Perantauan
Sebagai Pastor Mahasiswa asal Kepulauan Tanimbar yang kini melayani di luar negeri, RD. Domincs Baldawins Masriat tetap setia membawa semangat pelayanan dan pewartaan sabda ke tengah umat. Kehadirannya di Central Seminary UST Manila menjadi inspirasi bahwa putra daerah Tanimbar mampu menjadi duta kasih dan perdamaian di manapun ia berada.
“Salam kasih dan doa,” tutupnya, penuh kerendahan hati.
Semoga pesan damai dan kasih ini juga mengalir hingga ke seluruh penjuru Kepulauan Tanimbar dan menjadi pengingat bagi umat untuk senantiasa bermurah hati dan mengasihi sesama, tanpa syarat.