SEMALAM MIMPI
Secangkir Kopi Cak Mus-27-4-26
–
mengapa hidup laksana semalam mimpi
segala bunga kembang layu lalu mati
mengeranda lorong panjang gelap sunyi
tangisku kelayung-layung, sembunyi di mana nanti
sedang sahabatku lusuh tak berarti
senyumnya pamit pergi, setiap pulang harum mewangi
Gusti, gerimis malam ini adalah air mataku
menginsafi segala khianat diri
sepanjang usia melena memburu transaksi
belum jua sadari fana
tiba-tiba tanpa kendali paksa
tiada tempat sembunyi lagi
terbenam dan menjerit ingin kembali
sekali lagi, terlambat tak ada lagi
sudah tahu tersesat tak cahaya mendekat
mengapa jati kamboja membisu komposisi
setiap kutanya narasi penghuni barzah ini
hanya kudengar kicau burung malam
hinggap di nisan menirukan rintihan
Lamongan, 23 Januari 2025