Muhadarah MAN Kota Sawahlunto Harmoni Sastra, Spiritualitas, dan Cinta Ilmu
SAWAHLUNTO, 17 Oktober 2025 Suasana pagi itu para siswa MAN Kota Sawahlunto dalam Sebuah kegiatan Muhadarah yang penuh makna digelar dengan khidmat dan megah, menampilkan sinergi antara spiritualitas, sastra, dan semangat literasi. Kegiatan ini menjadi panggung emas bagi kelas Fase E1 di bawah asuhan wali kelas, Fuara Dila Sasmi
sebagai pelaksana siswa-siswi Fase E1 MAN Kota Sawahlunto mempersembahkan penampilan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Dengan tema “Meningkatkan Literasi Demi Terwujudnya Generasi Berprestasi”, penampilan ini bukan sekadar lantunan ayat suci, melainkan juga untaian narasi puitik yang menggugah kesadaran. Ayat demi ayat dikaji dan dikisahkan dengan narasi bernas, membuktikan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi membaca zaman, membaca hati, dan membaca pesan-pesan Ilahi yang tertulis abadi dalam Al-Qur’an.
Dalam narasi MSQ tersebut, siswa menggambarkan bahwa literasi adalah pelita di tengah gelapnya kebodohan. Bahwa generasi yang membaca, adalah generasi yang tidak mudah dibodohi. Bahwa menulis adalah bukti eksistensi, dan memahami adalah gerbang menuju kemajuan. Dalam lantunan syarah yang menyayat hati, mereka menyeru: “Bacalah, wahai generasi muda, karena pena lebih tajam dari pedang, dan ilmu lebih abadi daripada usia.”
Tak berhenti di situ, kegiatan Muhadarah pagi itu menjelma menjadi lebih sakral ketika memasuki Khutbah Jum’at wa disampaikan yang berjudul “Ketika Cinta Datang Sebelum Waktunya”,
Dalam amanatnya syukri menyampaikan pesan luhur yang menembus jantung pendidikan karakter Menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih kecil, dan menyeru kepada kebaikan. Tiga pilar moralitas yang tidak lekang oleh zaman. Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi cerdas secara intelektual, tapi juga berakhlak mulia, karena kemajuan tanpa akhlak hanya akan melahirkan kehancuran.
Kegiatan Muhadarah ini menjadi lebih dari sekadar agenda mingguan. Ia telah menjadi ladang penanaman nilai, panggung bagi bakat-bakat muda, serta cermin dari keberhasilan guru-guru yang dengan sabar menanamkan nilai kebaikan. Di bawah bimbingan Ibu Fuara Dila Sasmi, siswa-siswi Fase E1 menunjukkan bahwa mereka bukan hanya generasi yang bisa berbicara, tetapi juga bisa berpikir, merasa, dan menginspirasi.
Di akhir kegiatan Kegiatan Muhadarah kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan ucapan terimakasih kepada pelaksana dan peserta Muhadarah, Selanjutnya Dafril menghimbau kepada seluruh civitas akademik MAN Kota Sawahlunto untuk dapat mendukung siswa kita yang sedang berjuang di Uda uni Kota Sawahlunto Tahun 2025, semoga dukungan kita semua bisa membawa siswa MAN kota Sawahlunto menjadi yang terbaik,” ujar Dafril.para guru, siswa, dan tamu undangan meninggalkan aula dengan hati yang penuh kesan.
Sawahlunto hari itu tidak hanya mencatat agenda Madrasah . Ia mencatat sejarah kecil tentang bagaimana cinta pada ilmu, hormat pada guru, dan semangat literasi bisa menyatu dalam satu momen yang agung.
Kontributor : NOFRI HENDRA
Editor : DTB