Gubernur Papua Tinjau Longsor Ramadori dan Abrasi Pantai Yendoker, Wujud Kepedulian untuk Keselamatan Masyarakat Supiori
Penulis : Christofilus Rumaropen
Supiori, Papua | Suara Anak Negeri News.Com, 22 Mei 2026 — Di tengah tantangan alam yang terus menguji ketahanan wilayah pesisir dan infrastruktur di Tanah Papua, langkah cepat kembali ditunjukkan Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, dengan turun langsung meninjau kondisi jalan raya Korido di Kampung Ramadori yang mengalami longsor sejak akhir tahun 2025, serta meninjau abrasi pantai di Yendoker, Distrik Supiori Timur.
Kunjungan tersebut menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan di daerah. Dengan didampingi jajaran pemerintah daerah dan instansi teknis terkait, Gubernur memastikan bahwa penanganan infrastruktur dan dampak bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Di Kampung Ramadori, suasana haru dan penuh harapan tampak dari wajah masyarakat yang selama berbulan-bulan menghadapi dampak longsor. Jalan raya Korido yang merupakan jalur vital penghubung aktivitas masyarakat mengalami kerusakan cukup serius akibat pergerakan tanah dan curah hujan tinggi yang terjadi sejak akhir tahun lalu.
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak terhadap distribusi bahan kebutuhan pokok, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga roda perekonomian masyarakat setempat. Banyak warga harus menempuh perjalanan lebih jauh dan menghadapi risiko keselamatan demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
Melihat langsung kondisi tersebut, Gubernur Papua menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Papua akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Supiori serta instansi terkait guna mempercepat proses perbaikan jalan dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar Gubernur di sela-sela peninjauan.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh masyarakat yang berharap agar akses jalan segera dipulihkan sehingga kehidupan warga dapat kembali berjalan normal. Bagi masyarakat Ramadori, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan yang menghubungkan harapan, ekonomi, dan masa depan mereka.
Usai meninjau lokasi longsor, Gubernur melanjutkan kunjungan ke wilayah pesisir Yendoker, Distrik Supiori Timur. Di kawasan ini, ancaman alam datang dari arah laut. Abrasi pantai yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah mengikis garis pantai dan mengancam permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum yang berada di sekitar pesisir.
Gelombang laut yang semakin kuat dan perubahan kondisi cuaca menjadi faktor utama yang mempercepat abrasi di kawasan tersebut. Beberapa warga bahkan mengaku khawatir apabila penanganan tidak segera dilakukan, karena kerusakan pantai dapat berdampak lebih besar terhadap rumah-rumah warga dan lingkungan sekitar.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur Papua langsung meminta agar dilakukan kajian teknis secara menyeluruh untuk menentukan langkah penanganan terbaik. Pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan pelindung pantai serta upaya mitigasi jangka panjang guna menjaga kawasan pesisir tetap aman dan layak dihuni masyarakat.
“Abrasi yang terjadi di wilayah ini harus segera ditangani. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah akan berupaya menghadirkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar kerusakan tidak semakin meluas,” tegasnya.
Kehadiran langsung Gubernur Papua di tengah masyarakat memberikan semangat baru bagi warga Supiori. Mereka merasa didengar dan diperhatikan, terutama di saat kondisi alam menghadirkan tantangan besar bagi kehidupan sehari-hari.
Masyarakat berharap agar seluruh hasil peninjauan tersebut segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata, sehingga perbaikan jalan di Ramadori dan penanganan abrasi di Yendoker dapat segera direalisasikan. Harapan itu tumbuh bersama keyakinan bahwa pembangunan Papua tidak hanya berbicara tentang kemajuan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, perlindungan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat di pelosok negeri.
Di balik kerusakan yang ditinggalkan bencana alam, tersimpan pula semangat gotong royong dan harapan masyarakat yang tidak pernah padam. Dan melalui kunjungan ini, pemerintah menunjukkan bahwa di tengah tantangan yang ada, negara tetap hadir untuk menjaga dan membangun Papua dengan hati.