May 23, 2026

Pastor Pius Heljanan MSC: Tulis Diary Hidupmu dengan Kebaikan

Screenshot_20260523-113532

http://suaraanaknegerinews.com | Pagi di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Sabtu (23/5/2026), berjalan tenang seperti biasanya. Udara pesisir masih terasa sejuk ketika lonceng Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran perlahan memecah keheningan. Di tengah suasana sederhana itu, sebuah pesan reflektif kembali disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC kepada umat dan masyarakat.

Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran itu mengajak umat untuk menjadikan hidup sebagai catatan kebaikan yang terus ditulis setiap hari melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.
“Tulislah diary hidupmu dengan perbuatan baik,” demikian pesan yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC dalam renungannya.

Mengangkat bacaan Injil Yohanes 21:20-25, Pastor Pius menyoroti kesaksian Rasul Yohanes tentang kehidupan Yesus yang dipenuhi karya kasih dan kebaikan. Menurutnya, kesaksian itu bukan hanya sebuah cerita iman, melainkan panggilan bagi setiap orang percaya untuk menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. “Yohanes bersaksi, bila semua hal yang diperbuat Yesus dicatat, maka dunia ini tidak dapat memuatnya. Kesaksian itu meneguhkan orang percaya bahwa hidup Yesus penuh dengan kebaikan,” ungkap Pastor Pius.

Dalam refleksinya, Pastor Pius juga mengingatkan bahwa panggilan Yesus kepada Petrus, “Ikutlah Aku”, merupakan ajakan yang tetap relevan hingga hari ini. Panggilan itu, kata dia, bukan hanya tentang mengikuti secara lahiriah, tetapi juga keberanian untuk hadir dan memberi dampak baik bagi sesama. “Yesus meminta kita fokus pada tugas yang telah dipercayakan, dan jangan membandingkan isi tugas maupun hasilnya dengan orang lain,” katanya.

Pesan itu terasa penting di tengah kehidupan masyarakat yang kini sering diwarnai persaingan sosial, pencitraan, hingga kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Pastor Pius menegaskan bahwa setiap manusia memiliki jalan dan porsinya masing-masing dalam rancangan Tuhan. “Setiap orang memiliki porsi dalam rancangan Tuhan yang berbeda,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak umat untuk tetap fokus menjalani hidup dengan sederhana, tulus, dan penuh perbuatan baik.

Menurutnya, kebaikan sekecil apa pun akan menjadi kesaksian yang hidup di tengah masyarakat. “Fokuslah berbuat baik, agar isi diarymu mencatat hal-hal yang baik saja. Bersaksilah melalui perbuatan baik,” pesan Pastor Pius Heljanan MSC.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan kehidupan sosial yang semakin kompleks, pesan sederhana dari Lauran itu seolah menjadi pengingat bahwa nilai manusia pada akhirnya tidak diukur dari seberapa banyak kata yang diucapkan, melainkan dari jejak kebaikan yang ditinggalkan bagi sesama.(jk)