Di Balik Antrean BPI Saumlaki, Ada Asa Anak Daerah
Ketika Pelatihan Jadi Jalan Keluar Pengangguran Terbuka, Masyarakat Tanimbar Menaruh Harapan pada Program BPI
http://suaraanaknegerinews.com | Suasana di Kantor BPI Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Jalan Ir. Soekarno, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Jumat (22/5/2026), tampak dipenuhi masyarakat pencari kerja. Di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin sulit, program pelatihan dan peluang kerja yang difasilitasi BPI menjadi harapan baru bagi sebagian warga.
Salah satunya datang dari Eusebyus Lerebulan (33), warga asal Desa Alusi yang kini berdomisili di Desa Sifnana. Pria yang pernah bekerja sebagai petugas keamanan (security) itu mengaku mendaftarkan diri karena melihat peluang kerja semakin terbatas. “Alasan saya ikut karena untuk membantu perekonomian rumah tangga. Situasi sekarang cari kerja juga susah, jadi program ini sangat bagus untuk masyarakat,” ujar Eusebyus saat diwawancarai media ini.
Menurutnya, kehadiran program tersebut sedikit banyak dapat membantu mengurangi angka pengangguran di daerah. “Kalau tanpa program seperti ini, pasti banyak pengangguran. Dengan adanya ini bisa membantu masyarakat, sehingga alasan saya mengikuti program ini untuk mengurangi pengangguran,” katanya.
Eusebyus mengaku telah resmi mendaftar dan selama proses pendaftaran dirinya mendapat penjelasan yang terbuka mengenai bidang pelatihan yang tersedia.
“Waktu mendaftar dijelaskan bidang yang diambil itu dengan rinci, poin-poinnya juga jelas. Pendaftaran ini sangat terbuka, profesional, pelayanannya bagus, dan semuanya berjalan lancar,” tuturnya.
Di tengah antusiasme masyarakat, ia juga menyampaikan harapan besar agar kesempatan kerja maupun pelatihan lebih memprioritaskan putra-putri daerah. “Saya berharap anak daerah bisa diutamakan. Jangan sampai anak dari luar datang dan pergi, sementara anak daerah kasihan. Kalau bisa utamakan anak daerah,” ungkapnya.
Eusebyus mengatakan informasi mengenai program tersebut pertama kali ia dengar dari teman-teman masyarakat. Ia berharap pelatihan yang dijalani nantinya dapat membuka peluang kerja, khususnya di sektor industri dan migas. “Semoga lewat pelatihan ini bisa membantu kami ke depan. Siapa tahu ada peluang-peluang kerja dan kami bisa mendapat sertifikat serta tunjangan lainnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar yang dinilai telah mendukung masyarakat pencari kerja melalui kerja sama dengan BPI. “Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah bergandengan bersama BPI untuk memfasilitasi kami masyarakat pencari kerja,” ujarnya.
Harapan Ibu Rumah Tangga untuk Masa Depan
Harapan serupa juga disampaikan Nuryanti (31), warga Kompleks BTN Saumlaki. Perempuan yang sehari-hari berstatus ibu rumah tangga itu mengaku datang untuk mencari peluang pekerjaan sesuai kemampuan yang dimiliki. “Tujuan saya datang di sini untuk mencari pekerjaan. Saya hanya ibu rumah tangga dan ingin mencoba sesuai kemampuan saya,” katanya.
Ia mengaku pertama kali memperoleh informasi mengenai program tersebut dari seorang teman. Setelah mengikuti proses pendaftaran, Nuryanti menilai tahapan seleksi berjalan baik, terbuka, dan adil.
“Proses seleksi pendaftaran ini sangat baik, adil, dan terbuka. Alhamdulillah,” ucapnya.
Menurut Nuryanti, keberadaan perusahaan dan program pelatihan seperti ini memberikan keyakinan bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan kerja, terutama dalam memperoleh sertifikat yang dapat digunakan saat melamar pekerjaan di sektor migas. “Perusahaan ini cukup besar dan meyakinkan untuk memfasilitasi kami sampai bisa mendapat sertifikat yang nanti bisa dipergunakan mencari kerja, khususnya di perusahaan migas,” tuturnya.
Ia pun berharap program tersebut terus berkembang dan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar. “Harapan saya sangat besar, semoga perusahaan ini sukses dan jaya untuk pekerja-pekerja seperti kami. Semoga saya juga bisa bekerja di perusahaan ini,” tandasnya.(jk)