Joe Noya: BPI Hadir untuk Masa Depan Anak Tanimbar
BPI Jawab Polemik, Tegaskan Program Berbasis Regulasi
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Di tengah berbagai isu dan tuduhan yang berkembang di masyarakat, PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Penegasan itu disampaikan Direktur PT BPI, Joe Noya, saat diwawancarai media di Kantor BPI Cabang KKT, Jalan Ir. Soekarno Sifnana RT 11 RW 3, depan Kodim Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Jumat (22/5/2026).
Dalam keterangannya, Joe mengaku menyayangkan munculnya sejumlah informasi yang dinilai berkembang tanpa konfirmasi langsung kepada pihak manajemen BPI.
Menurutnya, komunikasi yang tidak dibangun secara berimbang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. “Kami menghormati kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi kami berharap ada mekanisme konfirmasi yang baik sebelum informasi dipublikasikan,” ujar Joe Noya.
Ia menegaskan, BPI hadir di Tanimbar bukan untuk kepentingan lain di luar pengembangan SDM masyarakat lokal, terutama dalam menghadapi perkembangan industri migas dan investasi strategis nasional. “Fokus utama kami adalah pengembangan SDM dan pengurangan pengangguran terbuka melalui pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan tenaga kerja lokal,” katanya.
Program Disebut Didukung Regulasi
Joe menjelaskan, program yang dijalankan BPI memiliki dasar regulasi resmi dan dilaksanakan melalui kerja sama bersama pemerintah daerah. Program tersebut, kata dia, menyasar ribuan peserta dari berbagai kecamatan di Kepulauan Tanimbar untuk dipersiapkan menghadapi kebutuhan tenaga kerja industri.
Menurut Joe, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi alasan penting perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pengembangan SDM tetap berjalan. “Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi tantangan sebesar ini. Karena itu dibutuhkan kerja sama dan dukungan berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPI berupaya menghadirkan solusi melalui pelatihan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja agar masyarakat lokal memiliki kesiapan menghadapi dunia industri.
Menjawab Polemik SKK Migas dan Inpex
Dalam wawancara tersebut, Joe juga menjawab berbagai pertanyaan terkait hubungan BPI dengan SKK Migas maupun Inpex.
Ia menegaskan bahwa BPI bukan operator migas, melainkan lembaga pelatihan dan pengembangan SDM. “SKK Migas memiliki fungsi pengawasan operasi migas, sedangkan BPI fokus pada pengembangan tenaga kerja,” jelasnya.
Joe menuturkan, seluruh kegiatan BPI dilakukan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. Sementara terkait Inpex, ia menjelaskan perusahaan tersebut merupakan operator proyek Blok Masela bersama mitra lainnya dalam struktur resmi industri migas nasional.
Menyiapkan Anak Tanimbar Hadapi Industri Migas
Menurut Joe, masyarakat Tanimbar harus dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing di sektor migas yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan bersertifikasi. BPI, kata dia, melakukan pemetaan peserta berdasarkan latar pendidikan, kemampuan, dan minat kerja sebelum diarahkan mengikuti program pelatihan.
Pelatihan tersebut mencakup bidang teknikal, keselamatan kerja, hingga sertifikasi kompetensi yang menjadi syarat utama bekerja di lingkungan migas. “Anak-anak Tanimbar harus siap bersaing secara profesional dan memiliki standar kompetensi yang dibutuhkan industri,” katanya.
Ia optimistis generasi muda Tanimbar memiliki potensi besar jika dibina secara serius dan berkelanjutan.
Buka Peluang Kerja Lebih Luas
Joe menegaskan, program sertifikasi yang dijalankan BPI tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan proyek Blok Masela.
Menurutnya, tenaga kerja yang telah memiliki sertifikasi nantinya dapat bekerja di berbagai wilayah industri migas lain di Indonesia. “Harapan kami, anak-anak Tanimbar bisa bekerja bukan hanya di Masela, tetapi juga di berbagai wilayah industri migas nasional,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Joe, tahapan yang sedang dilakukan masih berupa verifikasi data tenaga kerja sebelum dilanjutkan dengan program sertifikasi dan magang. Data tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait sebagai bagian dari kesiapan SDM lokal menghadapi investasi strategis nasional.
Soal Rekrutmen Security
Joe juga menyinggung persoalan rekrutmen tenaga keamanan atau security yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa tenaga keamanan untuk sektor migas harus memiliki kompetensi tambahan dibanding security umum. “Security di lingkungan migas wajib memiliki sertifikasi kompetensi dan pelatihan keselamatan kerja,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, BPI disebut telah menggandeng lembaga pelatihan keamanan guna mempersiapkan tenaga security standar migas di Tanimbar. Selain kemampuan teknis, peserta juga akan mendapat pembinaan karakter bekerja sama dengan unsur terkait di daerah.
Di akhir keterangannya, Joe berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi yang sehat, objektif, dan konstruktif demi masa depan generasi muda Tanimbar.
“Pengembangan SDM adalah tanggung jawab bersama untuk masa depan anak-anak Tanimbar,” pungkasnya.(jk)