May 23, 2026

Bantuan Bupati Jadi Asa Dua Ibu Pedagang Kecil

Screenshot_20260522-020005

Menanti Bantuan Bupati, Dua Ibu Asal Lauran Bertahan Berjualan di Depan RSUD Magretti
http://suaraanaknegerinews.com | Lauran – Di tengah aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. P. P. Magretti, dua perempuan asal Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, tetap setia bertahan di bawah tenda darurat demi menghidupi keluarga mereka. Dengan segala keterbatasan yang ada, keduanya kini menaruh harapan besar terhadap bantuan pemerintah daerah, khususnya perhatian dari pimpinan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Mereka adalah Rosa Delima Batcseran Bwariat atau yang akrab disapa Ibu Rosa, serta Alowisya Yempormase atau Ibu Witi. Sejak rumah sakit tersebut mulai beroperasi, keduanya menggantungkan hidup dari usaha kecil menjual makanan bagi keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit.

Ibu Rosa menjajakan nasi putih ikan, sedangkan Ibu Witi menawarkan nasi kuning ikan khas lokal. Dari lapak sederhana berbahan kayu seadanya, keduanya berjualan sejak pagi hingga sore hari.

Bertahan di Tengah Debu dan Cuaca
Kondisi tempat usaha mereka jauh dari layak. Tenda sederhana yang digunakan belum mampu melindungi secara maksimal dari panas matahari, hujan, maupun debu jalanan yang setiap hari beterbangan di sekitar lokasi rumah sakit.

Namun di tengah keterbatasan itu, kedua ibu tersebut tetap bertahan. Senyum ramah tetap mereka tunjukkan kepada setiap pembeli yang datang, meski perjuangan yang dijalani tidak ringan.

Bagi mereka, usaha kecil itu bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi menjadi penopang utama kehidupan keluarga di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.

Mengetuk Hati Pemerintah Daerah
Melalui media ini, kedua perempuan tangguh tersebut berharap Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, bersama Wakil Bupati Juliana Chatarina Ratuanak, dapat melihat langsung kondisi mereka di depan RSUD Magretti.

Harapan yang mereka sampaikan sederhana, yakni bantuan berupa kios permanen atau lapak usaha yang lebih layak dan higienis agar usaha kecil yang dijalankan dapat berkembang dengan baik.

“Kami berdua sangat berharap Bapak Bupati Ricky dan Ibu Wakil Bupati dr. Juliana bisa membantu kami. Jika ada bantuan berupa kios permanen yang bersih, tempat jualan kami bisa menjadi rumah makan yang layak dan higienis untuk para pengunjung rumah sakit yang membeli makanan,” ungkap keduanya.

Menurut mereka, keberadaan kios yang representatif tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih tertata di sekitar fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.

Harapan Kecil dari Pinggir Rumah Sakit
Perjuangan Ibu Rosa dan Ibu Witi menjadi potret nyata ketahanan masyarakat kecil dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Di bawah tenda darurat, keduanya terus bekerja tanpa menyerah, sambil berharap ada perhatian nyata bagi pelaku usaha mikro kecil yang selama ini bertahan secara mandiri.

Di Bumi Duan Lolat, suara-suara kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal gedung megah, tetapi juga tentang sejauh mana keberpihakan hadir bagi rakyat kecil yang berjuang di pinggir jalan kehidupan.(rls:obl/jk)