Pastor Pius Heljanan MSC: Tuhan Tidak Menolak Masa Lalumu
http://suaraanaknegerinews.com | Suasana pagi di Desa Lauran, Jumat (22/5/2026), terasa tenang ketika pesan reflektif itu disampaikan oleh Pastor Pius Heljanan MSC. Di tengah kehidupan umat yang bergumul dengan berbagai persoalan hidup, Pastor Pius mengajak umat Katolik untuk tidak tenggelam dalam rasa bersalah atas masa lalu.
Melalui renungan yang terinspirasi dari Injil Yohanes 21:15-19, Pastor Pius menegaskan bahwa Tuhan tidak memandang manusia dari kegagalan atau dosa masa lalunya, melainkan dari kesediaannya untuk bangkit, bertobat, dan melayani sesama.
“Yesus tidak menghukum masa lalu Petrus, tetapi memulihkan dan meneguhkan dia demi pelayanan,” ungkap Pastor Pius.
Pesan itu merujuk pada kisah Rasul Petrus yang pernah menyangkal Yesus, namun tetap dipanggil kembali untuk menggembalakan umat-Nya. Bagi Pastor Pius, peristiwa tersebut menjadi tanda bahwa kasih Tuhan selalu membuka ruang pemulihan bagi setiap orang yang mau kembali.
Dalam refleksinya, Pastor Pius Heljanan MSC mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki sisi kelam dalam perjalanan hidupnya. Namun, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Tuhan, menurutnya, tidak pernah meninggalkan umat-Nya saat berada di titik terendah kehidupan. Justru di tengah keterpurukan itulah kasih Tuhan bekerja memulihkan dan memberi kesempatan baru. “Tuhan hanya meminta kita jujur, sadar, dan bertobat,” tutur Pastor Pius.
Pesan sederhana itu menjadi penguatan moral sekaligus ajakan spiritual bagi umat agar tidak menyerah pada keadaan. Di tengah tekanan hidup, konflik sosial, maupun persoalan pribadi, manusia tetap dipanggil untuk bangkit dan menata hidup dengan lebih baik.
Lebih jauh, Pastor Pius menekankan bahwa hidup yang telah dipulihkan Tuhan seharusnya diwujudkan melalui pelayanan nyata kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan pertolongan. Menurutnya, iman tidak berhenti pada doa dan ritual keagamaan semata, melainkan harus tercermin melalui tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Serahkan hidupmu dikendalikan Tuhan agar dirimu berbuah kebaikan dalam pelayanan. Dirimu dipakai Tuhan menjadi duta kasih bagi sesama yang membutuhkan uluran tangan kasih demi bertahan hidup,” pesan Pastor Pius.
Refleksi itu menjadi pengingat bahwa gereja tidak hanya hadir sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan moral dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Di wilayah kepulauan seperti Tanimbar, pesan-pesan spiritual yang menyejukkan seperti ini menjadi penguat harapan bagi umat yang menjalani kehidupan dengan berbagai tantangan sosial dan ekonomi.(jk)