Muhadarah Jumat MAN Kota Sawahlunto: Menggali Makna Haji Melalui Khutbah, Tahfidz, dan MSQ
SAWAHLUNTO (Humas), 22 Mei 2026
Dari halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto, Pada Jumat, 22 Mei 2026 yang bertepatan dengan fajar 5 Zulhijah 1447 Hijriah, MAN Kota Sawahlunto menggelar kegiatan Muhadarah mingguan dengan penuh khusyuk. Momentum ini terasa kian istimewa karena berdekatan dengan musim bauran agung umat manusia di Tanah Suci, sebuah esensi yang mendasari seluruh rangkaian acara hari itu.
Kegiatan religius yang telah menjadi denyut nadi madrasah ini dihadiri langsung oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro. Kehadiran Dafril, bersama seluruh jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta ratusan siswa-siswi MAN Kota Sawahlunto, melebur dalam satu saf spiritual yang kokoh.
Bertindak sebagai pelaksana atau amirul bait pada taklim jumat ini adalah para siswa Kelas XII Fase F4. Di bawah asuhan tangan dingin sang wali kelas Imelga Zusri, mereka berhasil mengemas panggung muhadarah menjadi sebuah simfoni dakwah yang menyentuh kalbu.
Acara diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an melalui program Tahfidz. Ayat demi ayat yang dihafal dan dideras oleh para siswa mengalun indah, memecah keheningan pagi dan menghadirkan ketenangan di sanubari setiap insan yang hadir.
Puncak kedalaman materi muhadarah tergambar jelas saat Daffa naik ke atas mimbar, menyampaikan Khutbah Jumat tiruan yang mengusung judul “Haji”. Dengan retorika yang tertata dan penuh penghayatan, sang khatib muda mengupas filosofi perjalanan suci menuju Baitullah. Ia mengingatkan hadirin tentang pakaian ihram sebagai simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah, serta wukuf di Arafah sebagai miniatur padang mahsyar.
Daya magis acara kian lengkap dengan penampilan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Perpaduan harmonis antara tilawah yang merdu, terjemahan puitis, dan ulasan syarah yang tajam dari para siswi Fase F4 berhasil memukau audiens. Riuh rendah tepuk tangan berganti takjub saat pesan-pesan moral Al-Qur’an disampaikan dengan artikulasi yang membakar semangat kepemudaan. Beberapa penampilan bakat keagamaan lainnya turut melengkapi khazanah acara pagi itu.
Sebagai penutup sekaligus penyempurna majelis yang berkah ini, Zulmedi hadir memberikan petuah dan nasihat sebagai Penasehat Muhadarah hari ini. Dalam orasi batinnya yang menyejukkan, Zulmedi mengajak seluruh siswa untuk tidak sekadar menjadikan muhadarah sebagai rutinitas formalitas hari Jumat, tetapi juga menanamkan benih-benih karakter islami yang kuat bagi generasi mudo Sawahlunto di gerbang bulan suci Zulhijah.