Pastor dan Umat Paroki HKY Teguhkan Iman Lewat Aksi Sosial bagi Anak Sekolah
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Olilit Barat — Udara pagi yang sejuk menyelimuti kawasan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Selasa, 20 Mei 2025.
Umat hadir dengan khusyuk dalam Misa pagi yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu.
Namun pagi itu, selain liturgi yang menyejukkan jiwa, ada pula cerita kasih yang menyentuh hati.
Dengan semangat berbagi yang tulus, umat Paroki HKY menyatukan langkah dalam aksi nyata: bantuan transportasi untuk anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu.
Inilah yang disebut “HKY Pung Cerita”—sebuah kisah iman yang tidak hanya diucapkan dalam doa, tapi juga diwujudkan dalam tindakan.
“SHALOM… mereka butuh damai dan sejahtera untuk pendidikan dan masa depan mereka,” demikian bunyi pesan yang menggugah kesadaran umat pagi itu.
Bantuan ini menjadi bentuk kasih sederhana namun bermakna besar.
Di tengah keterbatasan, anak-anak hebat ini tetap berjuang menempuh pendidikan dan kini, mereka tahu bahwa ada tangan-tangan yang peduli.
Gerakan ini pun dibingkai dalam semangat Doa Santo Fransiskus dari Asisi, yang dibacakan bersama oleh umat:
“Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai. Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih, Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan. Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan. Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang. Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita…”
Doa yang tak hanya dilafalkan, tetapi dihidupi dalam tindakan nyata. Momen ini menjadi pengingat bahwa menjadi umat beriman bukan hanya soal hadir di gereja, tapi juga hadir di tengah kebutuhan sesama.
Dengan semangat yang diilhami doa, umat HKY membuktikan bahwa kasih bisa diwujudkan lewat langkah kecil namun berdampak besar.
Anak-anak hebat itu kini punya alasan lebih untuk tetap melangkah ke sekolah dengan harapan baru.
Kisah ini menjadi bukti bahwa di tanah Duan Lolat, iman tak hanya tumbuh di altar, tapi juga di jalan-jalan menuju sekolah.
Di tengah riuh dunia, masih ada mereka yang memilih menjadi pembawa damai, dan anak-anak hebat itu, mereka kini berjalan tidak sendiri.
“Ya Tuhan Allah, ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur; mengerti daripada dimengerti; Mengasihi daripada dikasihi; sebab dengan memberi kita menerima; dengan mengampuni kita diampuni, dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal. Amin”. tutur Pastor dalam doa mengakhiri.