April 26, 2026

Pastor Muda Asal Tanimbar Berbagi Pesan Iman dari Filipina: “Jadilah Saksi Sukacita dan Kebenaran Yesus”

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, 26 Mei 2025 — Di tengah semilir angin pagi yang sejuk di halaman Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST), Manila, suasana damai menyelimuti para mahasiswa seminari yang berkumpul untuk perayaan liturgi Peringatan Wajib St. Filipus Neri.

Dalam momentum ini, RD. Domincs Baldawins Masriat, imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, menyampaikan pesan rohani yang penuh inspirasi kepada umat melalui media Sejenak Sabda.

Dalam refleksinya, RD. Domincs yang saat ini menjalani perutusan sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila menggarisbawahi pentingnya menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari, meski menghadapi tantangan dan penolakan.

“Bersaksi tentang Yesus dan kebenaran-Nya adalah panggilan mulia. Meskipun seringkali sulit, kita tidak boleh berhenti menyampaikan kasih dan kebenaran itu lewat sikap, tutur kata, dan perbuatan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia mengajak umat untuk tidak putus asa jika kesaksian hidup mereka belum diterima oleh semua orang.

Justru dalam tantangan itu, menurut RD. Domincs, ada kekuatan Roh Kudus yang menyertai setiap langkah iman umat.

Momen liturgi hari itu juga bertepatan dengan peringatan St. Filipus Neri, seorang imam yang dikenal sebagai “rasul sukacita”.

RD. Domincs mengajak umat meneladani semangat santo pelindung itu.

“Hidup adalah rahmat. Maka kehadiran kita pun harus menjadi berkat membawa penghiburan, pengharapan, dan sukacita bagi sesama, bukan meninggalkan luka dan beban,” tegasnya.

Doa penutup yang ia panjatkan mencerminkan harapan sederhana namun mendalam: agar umat Allah dimampukan untuk tetap bersukacita dan menjadi saksi Kristus dalam keseharian mereka.

RD. Domincs Baldawins Masriat, yang dikenal rendah hati dan penuh semangat pelayanan, menjadi salah satu figur muda yang membawa semangat dari Kepulauan Tanimbar ke panggung pelayanan global.

Di negeri orang, ia terus menyalakan terang iman dengan cara yang bersahaja, namun menyentuh hati.