Pastor Pius Heljanan, MSC Ajak Umat Bertobat: “Jangan Tunda Berdamai dengan Tuhan”
Oleh : joko
Pesan Iman Pastor Pius Heljanan, MSC: Jangan Tunda Pertobatan!
Melalui pesan rohani dari Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC menekankan pentingnya pertobatan sebagai jalan untuk menerima berkat dan keselamatan dari Tuhan.
http://suaraanaknegerinews.com | SAUMLAKI, TANIMBAR SELATAN – Selasa pagi, 15 Juli 2025, dari altar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, terdengar pesan rohani yang menggetarkan hati umat. Pastor Pius Heljanan, MSC, yang melayani sebagai Kuasi Paroki di gereja tersebut, menyampaikan refleksi mendalam tentang pentingnya pertobatan dalam hidup orang beriman.
Dalam renungannya yang bersumber dari Injil Matius 11:20–24, Pastor Pius menyoroti peringatan Yesus kepada kota-kota yang telah menyaksikan mukjizat, tetapi tetap menolak untuk bertobat.
“Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu,” kutip Pastor Pius dari Kitab Suci, sebagai pengingat akan beratnya konsekuensi bagi mereka yang mengabaikan panggilan untuk berubah.
Pertobatan Adalah Gerbang Menuju Berkat
Pastor Pius menyentil sikap umat yang kadang menuntut jawaban doa dari Tuhan tanpa terlebih dahulu memperbaiki diri. Ia menyampaikan bahwa sering kali manusia bernazar untuk menjadi anak Tuhan yang baik jika permohonannya terkabul—namun, tidak semua benar-benar menepatinya.
“Kita semua adalah orang berdosa. Tapi kalau kita ingin selamat dan terhindar dari kecaman Tuhan, kita harus bertobat,” tegasnya.
Dalam pesan penuh kasih namun tegas ini, ia mengingatkan bahwa pertobatan bukan hanya soal janji, tetapi tindakan nyata untuk memperbaiki hidup dan menjadi berkat bagi sesama.
“Jangan menunda untuk berdamai dengan Tuhan. Pertobatan hari ini adalah pintu masuk untuk menerima berkat-Nya besok,” ujar Pastor Pius yang dikenal dekat dengan umat di pelosok Kepulauan Tanimbar.
Hidup Baru, Hidup Berbagi
Pastor Pius juga menekankan bahwa berkat yang diterima dari Tuhan bukan untuk disimpan sendiri, melainkan dibagikan kepada sesama. Sikap peduli dan kasih terhadap orang lain menjadi wujud nyata dari kehidupan sebagai anak-anak Allah.
“Menjadi anak Tuhan yang baik bukan hanya soal menerima, tetapi juga soal memberi,” pungkasnya.
Pesan Akhir dari Lauran
Dari ujung timur Indonesia, di sebuah desa kecil yang tenang di Kepulauan Tanimbar, pesan iman ini menggema kuat: pertobatan bukan pilihan, melainkan keharusan.
Dalam keheningan pagi yang penuh doa, suara Pastor Pius Heljanan, MSC menjadi pengingat bahwa keselamatan ada di tangan mereka yang mau mengubah diri.