Pastor Pius Heljanan, MSC: “Bangun dan Layani Tuhan dalam Diri Sesama”
Oleh: joko
Dari Altar ke Kehidupan: Ajakan Pastor Pius Heljanan untuk Menghidupi Kasih dalam Tindakan
Renungan penuh makna dari Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Lauran, syukur tak berhenti pada diri, tapi hidup dalam pelayanan kepada sesama
Pagi Penuh Pesan di Lauran
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Rabu (3 September 2025) — Suasana pagi di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terasa penuh makna ketika Pastor Pius Heljanan, MSC, gembala umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, menyampaikan renungan iman yang menyejukkan hati.
Dalam permenungannya, Pastor Pius mengajak umat untuk melihat berkat yang diterima bukan hanya sebagai karunia pribadi, melainkan panggilan untuk melayani.
Bangun dan Layani Sesama
Mengutip Kitab Suci (Lukas 4:38–44), Pastor Pius menyinggung kisah mertua Simon yang disembuhkan oleh Yesus. Setelah menerima jamahan penyembuhan, ia segera bangun dan melayani.
“Wanita itu segera bangun dan melayani mereka. Saudaraku, ada anak Tuhan yang menerima berkat, namun hanya dinikmati sendiri. Sejatinya, berkat itu harus dibagikan dengan sesama,” ujar Pastor Pius.
Beliau menegaskan, kesehatan yang baik, kecukupan materi, keberhasilan dalam usaha, pekerjaan, maupun jabatan adalah anugerah Tuhan yang tidak boleh berhenti pada diri sendiri.
Syukur Terindah adalah Berbagi
Pastor Pius mengingatkan, berkat yang diterima umat justru menemukan maknanya ketika menjadi sarana bagi orang lain.
“Tuhan menghendaki apa yang kita terima tidak berhenti pada kita. Tuhan memakaimu untuk menolong sesama. Ucapan syukur terbaik dalam hidup ketika apa yang kita mohonkan terwujud adalah dengan berbagi berkat kepada sesama,” ungkapnya penuh harapan.
Pesan ini menjadi ajakan bagi umat untuk bangkit dari zona nyaman, hadir bagi mereka yang membutuhkan, serta menjadikan pelayanan sebagai wujud nyata iman dan rasa syukur.