April 23, 2026

Pastor RD Ponsianus Ongirwalu Bantu Dua Misdinar Bayar Uang Sekolah

Oleh : joko

Novena St. Peregrinus di Olilit Barat Dihiasi Aksi Kepedulian Pastor

Kisah penuh haru di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, ketika Pastor RD Ponsianus Ongirwalu membantu dua misdinar melanjutkan sekolah.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 14 Agustus 2025 — Suasana tenang menyelimuti Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pagi itu, Misa harian sekaligus Novena St. Peregrinus hari kedua dipimpin oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu.

Tema hari itu, “HKY Pung Carita: Berbagi Kasih untuk Anak-Anak”, tidak sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Pastor membuka renungan dengan mengajak umat untuk selalu bersyukur di pagi hari, bekerja keras di siang hari, dan beristirahat sambil mengambil hikmah di sore hingga malam hari.

“Tuhan tahu perjuanganmu, penatmu, bahkan berkurangnya waktu santaimu. Jalani semua dengan ikhlas, karena hanya Dia yang mengetahui isi hatimu,” ucap Pastor, mengajak umat untuk tetap sabar, semangat, dan tersenyum dalam menjalani hidup.

Dua Anak Hebat di Barisan Pelayan Altar

Usai Misa, Pastor menyampaikan rasa terima kasih kepada dua anak misdinar yang setiap pagi setia hadir melayani di altar. Dengan nada bercanda, beliau bertanya, “Kamu kelas berapa?” Salah satu menjawab sudah SMP, sementara yang lain menjawab masih SD.

Pastor kemudian bertanya, “Uang sekolah sudah bayar?” Kedua anak itu serentak menggeleng, “Belum, Pastor.”

Momen hening sejenak terasa di dalam gereja. Lalu, dengan senyum hangat, RD Ponsianus Ongirwalu berkata, “Pastor akan membantu membayar uang sekolah kalian untuk enam bulan, dari Juli sampai Desember.”

Wajah kedua anak itu berubah sumringah. Dengan suara pelan, mereka mengucapkan, “Terima kasih, Bapa Pastor.”

Pesan untuk Masa Depan

Pastor menegaskan bahwa semangat belajar dan ketekunan dalam doa adalah kunci keberhasilan.

“Doa saya selalu menyertai anak-anak hebat seperti kalian. Teruslah belajar, rajin berdoa, dan jadilah kebanggaan bangsa dan Gereja,” tuturnya, diakhiri dengan seruan lantang, “Merdeka! Salve!”

Aksi kecil namun penuh makna itu menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata, menebar kasih, dan memupuk harapan pada generasi penerus.